KPU Sebut Permohonan Sengketa Hasil Pilpres 2019 yang diajukan Prabowo-Sandi Tidak Jelas

Dalam sidang gugatan Pilpres 2019 Prabowo-Sandi, pihak KPU sebut seluruh permohonan sengketa Prabowo-Sandi tidak jelas dan kabur

KPU Sebut Permohonan Sengketa Hasil Pilpres 2019 yang diajukan  Prabowo-Sandi Tidak Jelas
Tribunnews/Jeprima
Ketua Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 Hashim Djojohadikusumo bersama Ketua Tim Kuasa Hukum BPN Bambang Widjajanto dan Kuasa Hukum BPN Denny Indrayana saat menyerahkan berkas gugatan sengketa Pemilu 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2019). Gugatan dilakukan oleh Tim BPN Prabowo Sandi ke MK karena pihaknya mengikuti koridor hukum. 

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan,”

Di dalam persidangan Yusril juga mengutip surat Al-Maidah ayat 8 yang artinya

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,”

Ketiga kutipan arti surat tersebut Yusril bacakan di dalam persidangan.

Yusril sendiri mengungkapkan maksudnya dalam mengutip ketiga ayat tersebut. Ketiga kutipan ayat suci Al-Quran itu kata Yusril menjawab kutipan ayat suci Al-Quran yang sempat dikemukakan Bambang Widjojanto dalam persidangan pertama.

“Hal yang diperselisihkan pemohon dan termohon dalam perkara Pilpres ini bukanlah perselisihan mengenai konsepsi ketuhanan,” ungkap Yusril dalam persidangan seperti dikutip dari tayangan Kompas Tv.

Oleh karenanya kata Yusril, tidak tepat jika Bambang mengutip Al-Hajj ayat 69 dan surat As-Sajdah ayat 25. Sebab ayat tersebut berisi tentang perselisihan yang tidak dapat diselesaikan oleh manusia.

“Apapun argumentasi teologis yang mereka sampaikan terhadap persoalan-persoalan berkaitan,” jelas Yusril.

Oleh karena itu kata Yusril, sengketa Pilpres ini sesuai dengan An-nisa ayat 58, An-nisa ayat 135 serta Al-Maidah ayat 8. Dimana putusan diserahkan sepenuhnya kepada manusia dengan berprinsip Ketuhanan yang Maha Esa.

“Sehingga menurut pihak terkait akan diselesaikan hakim-hakim MK tanpa menunggu datangnya hari kiamat dimana Allah SWT akan memberikan keputusannya,” jelas Yusril.

Sebelumnya Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, selaku pemohon, mengutip ayat Alquran dan Hadis dalam pembacaan permohonan Jumat lalu. 

Dalam sidang di MK, mereka mengutip Surat Al Hajj ayat 69 dan As-Sajdah ayat 25. Dimana arti surat Al Hajj 69 ialah “Allah akan mengadili di antara kamu pada hari kiamat tentang apa yang kamu dahulu selalu berselisih padanya,”

Dan surat As-Sajdah ayat 25 yang artinya “Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang memberikan keputusan di antara mereka pada hari kiamat tentang apa yang selalu mereka perselisihkan padanya,”

Kedua surat itu dibacakan Bambang di depan hakim-hakim MK saat gelar sidang perdana sengketa Pilpres 2019 Jumat lalu.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KPU: Gugatan Prabowo-Sandiaga Tidak Jelas dan Kabur" dan Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "MK Tolak 16 Permohonan sebagai Pihak Terkait dalam Sidang Sengketa Hasil Pilpres"

Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul KPU Sebut Seluruh Gugatan Prabowo-Sandi Tidak Jelas, MK Tolak 16 Permohonan, https://bangka.tribunnews.com/2019/06/18/kpu-sebut-seluruh-gugatan-prabowo-sandi-tidak-jelas-mk-tolak-16-permohonan?page=all.

Editor: heri prihartono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved