Dapat Hidayah? Pencuri Motor di RSUD Raden Mattaher Jambi Serahkan Diri, Nasibnya Kini di Pengadilan

Nanda merasa bersalah setelah mencuri motor di RSUD Raden Mattaher, ia kemudian memilih menyerahkan diri ke polisi.

Dapat Hidayah? Pencuri Motor di RSUD Raden Mattaher Jambi Serahkan Diri, Nasibnya Kini di Pengadilan
Tribunjambi/Jaka HB
Nanda pencuri motor yang menyerahkan diri ke polisi. Ia mengaku menyesal dan kini nasibnya di Pengadilan Negeri Jambi. 

Dapat Hidayah? Pencuri Motor di RSUD Raden Mattaher Jambi Serahkan Diri, Nasibnya Kini di Pengadilan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Nanda merasa bersalah setelah mencuri motor di RSUD Raden Mattaher, ia kemudian memilih menyerahkan diri ke polisi.

Nanda mengaku bingung dengan apa yang dipikirkannya sampai mau mencuri motor di RSUD Raden Mattaher April lalu. Padahal waktu itu dia baru saja mengantar istrinya yang keguguran karena kelelahan.

“Saya coba masukkan kuncinya di motor sebelah saya. Ternyata masuk, langsung saya bawa saja,” kata Nanda di hadapan Yandri Roni selaku ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Jambi, pada Selasa (18/6).

Motor matic itu pun dibawa Nanda pulang ke rumah. Selama tiga bulan motor itu dibawanya, dia mengubah tampakkan luar motor itu. Namun, ada perasaan bersalah dalam dirinya dan memutuskan menyerahkan diri.

“Dari mana kamu dapat hidayah untuk menyerahkan diri? mengapa?” tanya ketua majelis hakim.

Baca: Job Fair 2019 di Transmart Kota Jambi Buka 2.381 Lowongan Kerja, Catat Tanggalnya

Baca: Jadi Narasumber FGD tentang Peran Kepala Daerah soal Program Desa di Hotel Sahid, Ini Kata Safrial

Baca: Musim Haji 1440 H, Merangin Terima 9 Calon Jamaah Haji Pindahan, Ini Faktor Kepindahan Jamaah

Baca: Tangis Ratna Sarumpaet Pecah Saat Bacakan Pleidoi, Terima Sanksi Sosial Luar Biasa dari Masyarakat

Baca: Mahfud MD Ungkap Dampak Pemilu Ulang Bagi Kemenangan Paslon Prabowo-Sandi

Nanda diam saja. Dia mengaku menyesali perbuatannya meski sudah menggunakan rompi orange. Perasaan bersalah itu membesar dan membuatnya datang ke kantor polisi dan menyerahkan diri. Sedangkan sang istri mengurus perdamaian dengan pemilik motor.

Yandri Roni kemudian bertanya pada Sabri yang memiliki motor dan tiga saksi lain terkait karcis parkir. Namun, karcis parkir ternyata hilang dan seingat saksi ditaruh di dalam tas. Menurut Yandri itu satu kelalaian pemilik motor. Namun, terdakwa tetap diproses hukum.

“Baiklah kalau begitu sidang ditunda dilanjutkan agenda tuntutan Selasa depan tanggal 25,” kata Yandri.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved