Breaking News:

Ini yang Terjadi pada Tubuh Wanita yang Kawin Kontrak dengan Pria Asing, Akademisi Beber Akibat

Selama ini yang terlihat hanya sisi enaknya, seperti yang terjadi pada gadis Pontianak yang jadi pembicaraan. Padahal sebenarnya yang terjadi ...

Editor: Edmundus Duanto AS
Ilustrasi perempuan di atas tempat tidur. (banjarmasin post group/ nia kurniawan) 

Menurut Dian, pencegahan terjadinya kawin kontrak bisa dilakukan melalui peningkatan ekonomi dan pemberdayaan perempuan, termasuk membangun kesadaran perempuan untuk tidak dijadikan objek oleh kaum laki-laki.

Diberitakan terjadi kasus sindikat perdagangan orang atas modus kawin kontrak yang terbongkar di perumahan mewah Kompleks Surya Purnama di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Dalam pandangan Islam

Ulama Tanjungpinang, Kepri, Dedy Sanjaya, mengungkapkan dalam ajaran agama Islam kawin kontrak atau kawin mut'ah diharamkan, hal ini menyusul adanya praktik tindak pidana perdagangan orang berkedok kawin kontrak yang terungkap di Pontianak, Kalbar baru-baru ini.

Menurut pria yang akrab disapa Ude itu, alasan dari akal dan qiyas diharamkannya kawin mut'ah ini disebabkan tidak ada hukum standar yang telah diterangkan dalam kitab dan sunnah dari thalak, iddah dan warisan, sehingga ia tidak berbeda dengan pernikahan yang tidak sah lainnya.

"Umar telah mengumumkan pengharamannya di hadapan para sahabat pada masa khilafahnya dan telah disetujui oleh para sahabat. Tentu mereka tidak akan mengakui penetapan tersebut, jika pendapat Umar itu salah," kata Dedy Sanjaya di Tanjungpinang, Minggu.

Selain itu, lanjutnya, haramnya kawin mut'ah dikarenakan dampak negatif yang ditimbulkannya sangat banyak.

Antara lain bercampurnya nasab, karena wanita yang telah dimut’ah oleh seseorang dapat dinikahi lagi oleh anaknya, dan begitu seterusnya.

Kemudian, disia-siakannya anak hasil mut’ah tanpa pengawasan sang ayah atau pengasuhan sang ibu, seperti anak zina.

"Wanita dijadikan seperti barang murahan, pindah dari tangan ke tangan yang lain, dan sebagainya," ucapnya.

Dia turut menambahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sudah mengeluarkan fatwa yang menyatakan kawin kontrak hukumnya haram.

Dia katakan, tentang status haram tersebut telah disampaikan MUI dalam fatwanya pada 27 Juli 2010. MUI kala itu menyikapi banyaknya pernikahan kontrak yang terjadi di kawasan Bogor, Jawa Barat. (Antara/*)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul TERUNGKAP! Kawin Kontrak di Indonesia Bukan Semata karena Faktor Ekonomi, Ini Kata Akademisi

Subscribe Youtube

 Polisi Jogja Tilang KSAD yang Terobos Lampu Lalu Lintas, Kaget saat Baca Nama di SIM

 Tinggi Badan Aura Kasih Sebenarnya, Apa Bentuk Tubuhnya Bisa Kembali Normal Setelah Melahirkan?

 Ini Posisi Sandiaga Uno saat di Kabinet Jokowi, Bagian Rekonsiliasi 01 dan 02, Info A1 Neta S Pane

 Kenapa Rumah Hakim Mahkamah Konstitusi Saldi Isra di Padang di Jaga Aparat Bersenjata Lengkap ?

 Penyamaran Kopassus Selama Satu Tahun, Sersan Badri Lihat Hal Tak Terduga saat di Wilayah Musuh

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved