Korban Mutilasi

GEGER Politikus Kaya Tewas Dibunuh, Karena 'Jimat' Tongkat Soekarno: Mayat Terpotong 18 Bagian

TRIBUNJAMBI.COM - PADA 3 Juli 1993 akan ada ritual pelipatgandaan uang. Mona Fandey, mantan penyanyi pop

GEGER Politikus Kaya Tewas Dibunuh, Karena 'Jimat' Tongkat Soekarno: Mayat Terpotong 18 Bagian
kolase facebook/Surya/Istimewa
Ilustrasi --Sugeng | sketsa wanita korban mutilasi di Malang 

TRIBUNJAMBI.COM - PADA 3 Juli 1993 akan ada ritual pelipatgandaan uang. Mona Fandey, mantan penyanyi pop Malaysia yang beralih profesi jadi paranormal juga sudah berjanji, malam itu kliennya akan kejatuhan uang dari langit.

Klien itu bernama Mazlan Idris. Seorang politikus dari partai Pertubuhan Kebangsaan Melayu Bersatu atau dikenal dengan United Malays National Organization (UMNO).

Ia juga pernah menjabat sebagai salah satu Ahli Dewan Undangan Negeri (ADUN) Batu Talam/badan legislatif, Raub Pahang, Malaysia.

Sebelum pukul 22.00 waktu setempat, Mazlan sudah tiba di rumah Mona Fandey.

Mona (37), bersama suaminya Mohamad Nor Affandi Abdul Rahman (36) serta asisten mereka Juraimi Hassan (23).

Juraimi saat itu membantu mempersiapkan semua keperluan ritual penggandaan uang yang dilakukan dengan upacara mandi kembang.

Uang yang akan digandakan sebanyak RM300 ribu yang baru diambil Mazlan dari bank di Kuala Lumpur.

Sudah beberapa bulan ini, Mazlan memang menjadi pelanggan duo paranormal yang lumayan terkenal di wilayah itu.

Baca: Polres Sarolangun Catat Tak Ada Korban Jiwa Selama Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran

Konon ilmu hitam yang dimiliki mereka memang sakti. Buktinya, Mazlan yang lulusan universitas di AS itu pun takjub dan memohon bantuannya supaya karier politiknya makin melejit.

Mazlan memang dikenal sangat ambisius dalam dunia politik. Demi hasrat akan kekuasaan itu, ia tergiur akan tawaran Mona soal penggandaan uang.

Halaman
1234
Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved