Berita Kriminal Jambi

Bawa Kayu Tanpa Dokumen, Warga Tanjab Timur Disidang dan akan Dengarkan Tuntutan Minggu ini

Bawa Kayu Tanpa Dokumen, Warga Tanjab Timur Disidang dan akan Dengarkan Tuntutan Minggu ini

Bawa Kayu Tanpa Dokumen, Warga Tanjab Timur Disidang dan akan Dengarkan Tuntutan Minggu ini
TRIBUNJAMBI/RIAN AIDILFI AFRIANDI
Ilustrasi. 

Bawa Kayu Tanpa Dokumen, Warga Tanjab Timur Disidang dan akan Dengarkan Tuntutan Minggu ini

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Agus, warga Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) minggu ini direncanakan akan mendengarkan tuntutan dari jaksa, Kamis (20/6/2019).

Dia terpaksa menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jambi, karena membawa kayu tanpa dokumen dan dijerat pasal perusakan hutan.

Kejadian ini berawal pada Selasa malam 15 Januari 2019 silam, Junai (DPO) menghubungi Agus melalui telepon dan meminta tolong kepada terdakwa Agus untuk mencarikan pembeli papan miliknya yang berukuran 15 meter dengan harga 380 ribu per keping.

Baca: Ini Keistimewaan Kayu Olahan Jambi yang Bikin Dua Negara di Eropa ini Rutin Mendatangkannya

Baca: Ikuti Pelatihan 2 Tahap, 2019 Pemkab Tanjab Barat Berangkatkan 4 Putra Daerah Magang Ke Jepang

Baca: Barang Bukti Ditinggal di Lapangan, Terdakwa Pencuri Sepeda tak Lihat Kalau Ada CCTV Saat Beraksi

Agus lantas menawari rekannya yang bernama Kasno (DPO) di Nipah Panjang. Kasno diketahui bekerja sebagai pembuat kapal boat.

Agus menawarkan pada Kasno papan sepanjang 13 meter per kepping seharga Rp380 ribu dan 15 meter per keping 480 ribu rupiah. Namun Kasno mengaku tak punya uang pada Agus.

Lantas pada 23 Januari Junai kembali menelpon Agus, menanyakan penjualan kayu tersebut. Pada pukul 11.00 WIB Agus kembali menghubungi Kasno.

Baca: Ilegal Logging dan Perambahan Hutan Masih Terjadi, Ini Pengakuan Kadis Kehutanan

Baca: Diawali dengan Salawat, Tradisi Bekarang, Mencari Ikan dengan Tangkul, di Senaung Kembali Dihidupkan

Baca: HEBOH Beredar di Medsos Video Hubungan Sesama Jenis Diduga Libatkan Menteri di Malaysia

Percakapan Agus dan Kasno berujung kesepakatann jual beli dengan harga Rp4 juta. Tapi akan dibayar Rp3 juta dulu. Siangnya pukul 14.00 WIB Kasno memberikan uangnya pada terdakwa Agus.

Selanjutnya Agus pun menemui Junai di Kecamatan Berbak. Pada pukul 20.00 WIB dan menyerahkan uang 2,5 juta pada Junai. Setelah diserahkan uagnya, Junai mengajak Agus menemui Fendi yang memiliki pompong. Hal ini dilakukan karena pompong milik Fendi akan disewa untuk mengangkut papan yang dijual.

Apesnya, Agus diadang patroli Polairud Jambi dalam perjalanan. Saat itu Agus berlayar dengan menggandeng kayu olahan sebanyak 33 keping jenis Meranti sebanyak 2,3107 M3. Saat dimintai surat-surat Agus tak bisa menunjukkannya.

Agus tidak bisa menunjukkan Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan Kayu Olahan (SKSHHK-KO). Agus pun dijerat pasal 83 ayat (1) huruf b UU RI Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

Barang bukti yang disita 33 keping kayu olahan jenis meranti, satu buah senjata tajam jenis badik, satu handphone merek Nokia hitam dan uang tunai Rp 47 ribu.

Bawa Kayu Tanpa Dokumen, Warga Tanjab Timur Disidang dan akan Dengarkan Tuntutan Minggu ini(Jaka HB/Tribun Jambi)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved