Info Terkini Kota Jambi

Walikota Jambi Sy Fasha Bicara Akuntabilitas Keuangan Diera 4.0

Meski disibukkan dengan persoalan di daerah, namun tak menganggu aktivitas Wali Kota

Walikota Jambi Sy Fasha Bicara Akuntabilitas Keuangan Diera 4.0
Humas Pemkot Jambi
Walikota Jambi Sy Fasha Bicara Akuntabilitas Keuangan Diera 4.0 

"Kami juga telah melakukan beberapa hal strategis untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan APBD, yang meliputi, mengawal proses perencanaan dengan menitik beratkan kepada pencapaian Indikator Kinerja Utama daerah dan juga sasaran strategis Perangkat Daerah, dengan memanfaatkan IT," terangnya.

Fasha menambahkan, ia juga mengutamakan manfaat dan prioritas penghematan melalui pemangkasan program-program pembangunan (money follow program).

"Kami juga memangkas program dari sebelumnya lebih dari 300 program menjadi hanya 61 program sejak Tahun 2014. Kami fokus ke program-program yang dianggap menjadi prioritas dan berdampak besar bagi masyarakat," imbuhnya lagi.

Tidak hanya melakukan simplifikasi program, dirinya juga melakukan upaya-upaya besar lainnya untuk mengefektifkan penggunaan anggaran seperti dengan memotong anggaran perjalanan dinas dan kegiatan kegiatan yang tidak terlalu berorientasi kepada outcame.

"Kami juga menghapus belanja honor pegawai, untuk kegiatan yang merupakan tugas fungsinya. Melakukan integrasi sistim informasi pengelolaan pembangunan daerah (e-planning, e-budgeting, e-monitoring-red), sehingga akurasi, validitas dan kehandalan informasi penggelolaan keuangan dan hasil-hasilnya dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan kedepannya," jelasnya.

Fasha juga mengatakan, Pemkot terus memantapkan sistim evaluasi pelaksanaan program/kegiatan pembangunan dan mengoptimalkan hasil dengan melaksanakan secara konsisten berkala terhadap pelaksanaan program kegiatan, termasuk penguatan fungsi pengawasan dan APIP.

Upaya-upaya lain yang saat ini menjadi perhatian, menurut Fasha meningkatkan efektifitas pembangunan dan pencapaian hasil-hasilnya dengan mengimplementasikan konsep smart city.

"Bagi saya, konsep smart city ini tidak melulu terkait dengan computerized, IT, kajian yang besar, dan anggaran besar.
Tapi bagaimana mengoptimalkan sumberdaya yang ada dengan mengedepankan kearifan lokal serta menyesuaikan dengan kemampuan penerimaan masyarakat, yang tentunya berbeda antara satu kota dengan kota yang lainnya. Untuk itu kepemimpinan di daerah harus berupaya menciptakan terobosan dan Inovasi-inovasi untuk mengatasi berbagai kendala dan tantangan dalam upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan juga kesejahteraannya," tutur Fasha.

Menurut Fasha, penggunaan IT tetap menjadi bagian yang penting dalam penyelenggaraan pemerintahan, mengingat kemajuan masyarakat yang cukup pesat di era digitalisasi sekarang ini.

"Misalnya untuk pelayanan Kesehatan, pendidikan, perizinan, pelayanan di kecamatan, penyelenggaraan perhubungan dan lalu lintas, pengaduan masyarakat dan tentunya pengelolaan administrasi pemerintahan umum sesuai dengan kemampuan daerah," ungkap Fasha.

Fasha menambahkan, dalam proses pembangunan, pemerintah juga harus melibatkan peran sektor swasta serta juga membangun kerjasama antar daerah/lembaga. Dan yang tak kalah pentingnya adalah pemerintah harus melakukan inovasi-inovasi daerah yang tentunya akan menjadi bagian penting dalam praktek penyelenggaraan
pemerintahan dan pelayanan publik.

Halaman
123
Editor: rida
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved