Pilpres 2019

Inilah Perbedaan Suara Jokowi dan Prabowo Versi KPU dan BPN di Sidang Perdana di Mahkamah Konstitusi

Inilah Perbedaan Suara Jokowi dan Prabowo Versi KPU dan BPN di Sidang Perdana di Mahkamah Konstitusi

Inilah Perbedaan Suara Jokowi dan Prabowo Versi KPU dan BPN di Sidang Perdana di Mahkamah Konstitusi
ist
Update Real Count KPU Jumat (26/4) Jam 13.00 Wib, Data Masuk 36% Jokowi vs Prabowo Dapat Segini 

Inilah Perbedaan Suara Jokowi dan Prabowo Versi KPU dan BPN di Sidang Perdana di Mahkamah Konstitusi

TRIBUNJAMBI.COM - Inilah perbedaan hasil pemungutan suara Pilpres 2019 menurut Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan hasil menurut tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sidang perdana sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) usai digelar Jumat (14/6/2019) sore tadi.

Majelis hakim yang diketuai Anwar Usman menyatakan, sidang akan kembali digelar pada Selasa (18/6/2019) pukul 09.00 WIB.

Dalam sidang sengketa Pilpres 2019, tim kuasa hukum pasangan capres-cawapres 02 mengajukan sejumlah permintaan gugatan.

Baca: Jambi Bantu Bukti Pelanggaran untuk PHPU di Persidangan Mahkamah Konstitusi

Baca: Rekan Penjambret yang Beraksi di Jambi Selatan, Diburu Polisi

Baca: Kenapa 1 Hakim MK Dijaga 5 Polisi Sebelum Sidang Sengketa Pilpres 2019, Sosok Ini Ngaku Diteror

Baca: Nama SBY Disebut oleh Tim Kuasa Hukum 02 di Sidang Perdana MK, Pernyataan Ini Dipakai Jadi Bukti

Di antaranya meminta MK menyatakan hasil rekapitulasi perolehan suara berdasarkan dokumen C1 yang dimiliki Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai hasil Pilpres 2019 yang sah.

Dikutip dari Kompas.com, berdasarkan dokumen C1 yang dimiliki kubu 02, Prabowo-Sandiaga unggul dari paslon nomor 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf.

Menurut dokumen C1 milik kubu 02, Prabowo-Sandiaga mendapatkan suara sebanyak 68.650.239 (52 persen).

Sementara Jokowi-Ma'ruf memperoleh 63.573.169 (48%) dari jumlah total suara sah 132.223.408.

Demikian dikatakan Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto saat membacakan petitum permohonan sengketa hasil pilpres di Gedung MK, Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2019).

Baca: Bambang Widjojanto Tegas Minta Lembaga Berwenang untuk Berhentikan Semua Komisioner KPU

Baca: Dikira Dapat Prank, Wanita Ini Masukan Orang Gila ke Dalam Rumah, Baim Wong Asli Langsung Bereaksi!

Pada bagian pokok permohonan, tim kuasa hukum Prabowo-Sandiaga memaparkan, perolehan tersebut didasarkan atas dokumen C1 yang dimiliki Pemohon.

Baik yang berasal dari BPN, relawan yang dikoordinasikannya, maupun dokumen yang berasal dari Bawaslu.

Data yang dimiliki kubu 02 berbeda dengan data hasil perolehan suara yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Halaman
1234
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved