Kasus Mutilasi

Ibunda Vera Oktaria Berharap Prada Deri Pramana Dijatuhi Hukuman Mati

Suhartini, Ibunda Vera Oktaria tidak terima atas perlakuan Prada Deri Pramana yang telah tega menghabisi nyawa putri bungsunya, Vera Oktaria

Ibunda Vera Oktaria Berharap Prada Deri Pramana Dijatuhi Hukuman Mati
Foto: Kompas.com dan Facebook/Kolase Tribun Jambi
Deri Pramana saat digelandang (kiri) dan Vera Oktaria semasa hidup (kanan) 

Kapendam II Sriwijaya Kol Inf Djohan Darmawan saat merilis kasus itu, Jumat (14/6/2019) mengatakan, Deri membunuh Vera Oktaria karena gelap mata, setelah Vera minta dinikahi.

"Sempat juga diduga berhuhubungan badan sebelum dibunuh," ujar Kapendam disela waktunya usai rilis kasus pembunuhan tersebut.

Dia menyebut, pada 8 Mei 2019 dini hari, Deri membekap Fera karena minta dinikahi.

"Singkat cerita setelah dibekap itu, korban meninggal," ungkapnya.

Setelah mengetahui Vera Oktaria meninggal, Deri berupaya hilangkan jejak jasad korban.

Akhirnya pelaku mencari gergaji untuk memutilasi jasad perempuan yang juga pacarnya itu.

Saat pers rilis sekitar pukul 09:00 di Pomdam II/IV Jalan merdeka Palembang, Kapendam II/SWJ didampingi Asintel Kasdam II/SWJ serta Danpomdam II/SWJ.

Ia mengatakan Deri Pramana tertangkap oleh anggota Kodam II/SWJ di sebuah padepokan Monghiang Siarang milik haji Syar'i di provinsi Banten

"Namun saat ditangkap haji Syar'i menyampaikan tidak tahu kalau yang bersangkutan ialah oknum yang dicari petugas Kodam II/Swj," terang Kapendam

Dia menyebut sudah sejak 10 Mei Deri Pramana berada di padepokan.

Halaman
1234
Editor: suang
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved