Ancaman 17 Pulau Bisa Dibangun, Anies Sebut Konsisten Laksanakan Janji Kampanye Soal Pulau Reklamasi

Anies Baswedan akhirnya angkat bicara menyusul ramainya kabar penerbitan izin mendirikan bangunan (IMB) di pulau reklamasi.

Ancaman 17 Pulau Bisa Dibangun, Anies Sebut Konsisten Laksanakan Janji Kampanye Soal Pulau Reklamasi
(KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR)
Ancaman 17 Pulau Bisa Dibangun, Anies Sebut Konsisten Laksanakan Janji Kampanye Soal Pulau Reklamasi 

Ancaman 17 Pulau Bisa Dibangun, Anies Sebut Konsisten Laksanakan Janji Kampanye Soal Pulau Reklamasi

TRIBUNJAMBI.COM -  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pastikan akan mengehentikan izin reklamasi.

Anies Baswedan akhirnya angkat bicara menyusul ramainya kabar penerbitan izin mendirikan bangunan (IMB) di pulau reklamasi.

Anies Bawesda menegaskan dirinya masih konsisten melaksanakan janji kampanyenya untuk menghentikan reklamasi.

"Semua kebijakan yang kita buat sesuai janji kami, yaitu (1) menghentikan reklamasi dan (2) untuk lahan yang sudah terjadi dimanfaatkan untuk kepentingan publik. Itulah janji kami, dan kami konsisten memegang dan melaksanakan janji itu," ujar Anies dalam siaran persnya, Kamis (13/6/2019).

"Bayangkan bila kami tidak menghentikan reklamasi, maka kini sudah akan terbangun 17 Pulau, seluas Kabupaten Sukabumi, di Teluk Jakarta," katanya. 

Menurut Anies, kawasan reklamasi dulunya tertutup dan eksklusif.

Namun, di bawah kepemimpinannya, publik bisa mengakses empat pulau yang sudah terlanjur dibangun.

"Bahkan sekarang, kita akan punya pantai yang terbuka untuk umum dan bisa dinikmati oleh semua warga," ujar Anies. 

Anies mengaku menjunjung tinggi prinsip keadilan dan good governance.

Ia meyakini langkahnya menghentikan reklamasi. Namun, menerbitkan IMB bagi bangunan yang terlanjur berdiri telah dilaksanakan konsisten sesuai janji.

Baca: Ahmad Dhani Tak Akan Bisa Bercinta dengan Mulan Jameela Dipenjara, Ini Kata Kepala Rutan Cipinang

Baca: Live Streaming Indosiar Final NBA 2019 Game 6, GS Warriors vs T Raptors Jumat Pukul 08.00 WIB

Baca: Sindiran Ashanty Saat Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Akui Tak Saling Cemburu: Perkawinan Tak Sehat!

Inilah suasana Pulau Reklamasi C dan D, di seberang Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Rabu (11/5/2016). Proyek reklamasi di pulau ini distop oleh Dirjen Penegakkan Hukum Kementerian LHK Rasio Ridho Sani sampai terpenuhnya seluruh perintah yang diwajibkan kepada perusahaan termasuk melakukan perubahan dokumen dan ijin lingkungan. (Warta Kota/alex suban)
Inilah suasana Pulau Reklamasi C dan D, di seberang Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Rabu (11/5/2016). Proyek reklamasi di pulau ini distop oleh Dirjen Penegakkan Hukum Kementerian LHK Rasio Ridho Sani sampai terpenuhnya seluruh perintah yang diwajibkan kepada perusahaan termasuk melakukan perubahan dokumen dan ijin lingkungan. (Warta Kota/alex suban) (Warta Kota/Alex Suban)

"Dengan cara seperti ini, kami percaya bahwa janji bisa terlaksana dengan baik dan akan tercipta kepastian hukum bagi semua. Kita ingin semua yang berkegiatan di Jakarta bisa belajar dari kasus ini untuk selalu mengikuti semua prosedur dengan benar dan tertib," katanya. 

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerbitkan IMB untuk 932 gedung yang telah didirikan di Pulau D hasil reklamasi di pesisir utara Jakarta.

Di Pulau D, terdapat 932 bangunan yang terdiri dari 409 rumah tinggal dan 212 rumah kantor (rukan).

(Ancaman 17 Pulau Bisa Dibangun, Anies Sebut Konsisten Laksanakan Janji Kampanye Soal Pulau Reklamasi)

Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id

Editor: Tommy Kurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved