Terungkap di Sidang, Sekjen Paparkan Peran Menteri Lukman Hakim di Kasus Suap Jual Beli Jabatan

Upaya intervensi itu berawal pada 29 Januari 2019. Kholis mengatakan KASN mengirim surat ke Kemenag untuk meminta menteri selaku PPK untuk ...

Terungkap di Sidang, Sekjen Paparkan Peran Menteri Lukman Hakim di Kasus Suap Jual Beli Jabatan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/5/2019). KPK memeriksa Lukman Hakim Saifuddin sebagai saksi terkait kasus penyelenggaraan ibadah haji yang dalam proses penyelidikan oleh KPK. 

Kholis melaporkan kepada Lukman, soal Haris yang mendapat nilai rendah saat proses seleksi.

Namun, dia mengklaim, Lukman memberikan pernyataan yang dipahami Kholis agar meloloskan di tahap seleksi.

Lukman tetap meminta Kholis sebagai Ketua Panitia Seleksi untuk meloloskan Harris.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (KOMPAS.com/Sabrina Asril)

"Saat itu, beliau (Lukman,-red) memerintahkan ke saya, masukan (Haris,-red) ke tiga besar," kata dia.

Setelah menerima arahan dari Lukman, dia berdiskusi dengan empat anggota pansel.

Namun, pada saat itu yang mengamini perintah Menag hanya ada 3 orang termasuk dirinya.

Dengan kesepakatan ketiganya, akhirnya Haris diloloskan.

"Ketika tiga orang, termasuk saya sudah rela, lalu saya sampaikan ke Kabiro kepegawaian 'Pak tolong diakomodir, gimana caranya beliau (Haris,-red) ini bisa masuk', maka yang terjadi, saya belum memberi nilai makalah. Sehingga saat itu saya memberi nilai makalah lebih tinggi daripada para peserta lain," tambahnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK mendakwa Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur (Kanwil Kemenag Jatim), nonaktif Haris Hasanudin, memberi suap Rp 255 juta kepada mantan Ketua Umum PPP, Muchamad Romahurmuziy.

Uang ratusan juta diduga diberikan Haris kepada Romahurmuziy untuk mengintervensi proses pengangkatan sebagai kepala Kanwil Kemenag Jatim.

Halaman
1234
Editor: duanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved