Sabu di Bungkus Permen Relaxa, Nasib Daeng Cs Kini Jadi Pesakitan

Perjalanan Memen dari Tanjung Balai cukup jauh untuk sampai Tungkal. Namun, perjalanan jauh itulah yang membuatnya duduk di kursi pesakitan.

Sabu di Bungkus Permen Relaxa, Nasib Daeng Cs Kini Jadi Pesakitan
Shutterstock
Ilustrasi 

Sabu di Bungkus Permen Relaxa, Daeng Cs Dibekuk Polisi, Nasibnya Kini

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Perjalanan Memen dari Tanjung Balai cukup jauh untuk sampai Kuala Tungkal. Namun, perjalanan jauh itulah yang membuatnya duduk di depan majelis hakim Pengadilan Negeri Jambi, pada Kamis (13/6).

Semua bermula pada Kamis 13 Desember 2018 malam. Usman yang merupakan salah satu terdakwa kasus narkotika yang ditelpon Daeng Asis alias Rolex untuk menjemput adiknya.

Saat menjemput, Usman kembali ditelpon Daeng Asis bahwa Memen dan Bachlian sudah menunggu di masjid dekat Parit 3.

Sesampainya di rumah Usman Bachian duduk di dapur Usman dan Memen mengeluarkan sabu-sabu dari bungkus permen relaxa dan dipisahkan dengan sabu yang akan dijual. Memen meletakkan dekat rak bumbu dapur rumah Usman dan sisanya dalam bungkus relaxa.

Baca: Ketua Pengadilan Negeri Muara Bungo Diganti, Ini Sosok Penggantinya dari Sumatera Barat

Baca: Kasus Embung Sungai Abang Rugikan Negara 1,2 Miliar, Firdaus Sengaja Menangkan CV Persada Antar Nusa

Baca: Penyelundupan Benih Lobster Jaringan Internasional, Warga Tiongkok Terancam 6 Tahun Penjara

Baca: Seorang Wanita Tewas Membusuk di Kamar Bedeng, Kapolsek Kotabaru: Bisa Jadi Ada Indikasi Pembunuhan

Lantas kemudian datang Askin bertamu ke rumah Usman dan duduk bersama Memen dan Bachlian. Saat duduk-duduk itu Daeng Asis kembali menelpon dan menyuruh Bachlian mengajak Usman untuk mengantarkan paket sabu ke daerah Parit 3.

Sesampainya di Parit 3 Usman dan Bachian bertemu Nerwando yang sebelumnya juga ditelpon oleh Daeng Asis untuk bertransaksi narkotika di Kuala Tungkal. Nerwando ikut ke rumah Usman setelahnya.

Di rumah Usman, Nerwando langsung berkumpul dengan Memen dan Bachlian. Mereka menimbang sabu yang akan dijual.

Dalam kronologinya Daeng menyuruh Nerwando untuk mentransfer uang Rp 80 juta. Nerwando dan Bachlian kemudian pergi ke ATM BCA untuk melakukan transfer. Sesampainya di ATM Nerwando langsung melakukan penangkapan terhadap Bachlian, lalu Memen dan Askin. Setelah digeledah ditemukan paket sabu dengan total 86,54 gram.

“Sidang dilanjutkan minggu depan,” kata Yandri Roni selaku ketua majelis hakim, pada Kamis (13/6).

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved