Peternakan Babi di Bungo Buat Warga Resah, Dinas Peternakan Bungo Buat Penjelasan Begini

Dinas Peternakan Kabupaten Bungo beri penjelasan terkait peternakan babi di Dusun Taman Agung, Kabupaten Bungo yang ramai diperbincangkan warga.

Peternakan Babi di Bungo Buat Warga Resah, Dinas Peternakan Bungo Buat Penjelasan Begini
Tribunjambi/Mareza
Peternakan babi di Bungo membaut warga sekitar mengeluh dengan bau tak sedap. 

Peternakan Babi di Bungo Buat Warga Resah, Dinas Peternakan Bungo Buat Penjelasan Begini

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Dinas Peternakan Bungo beri penjelasan terkait peternakan babi di Dusun Taman Agung, Kabupaten Bungo yang ramai diperbincangkan warga.

Kepala Disnakan Kabupaten Bungo, Syaiful Azhar membenarkan jika peternakan babi itu sudah berdiri sejak lama dan tidak memiliki izin.

"Memang peternakan itu sudah lama dan tidak ada izinnya. Tapi untuk keharusan pembuatan izin itu kalau populasinya sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan," katanya, Kamis (13/6/2019).

Kabid Peternakan Disnakan Kabupaten Bungo, Enggar Tri Wahyudi menambahkan, populasi yang diwajibkan untuk pengurusan izin itu minimal 250 ekor.

"Itu tidak harus izin. Sebab yang diwajibkan untuk pengurusan izin perusahaan peternakan itu kalau populasinya minimal 250 ekor. Sedangkan mereka baru 80-an. Dari catatan yang kami terima kemarin, hanya 83 ekor. Itu kategorinya ternak rakyat," jelasnya.

Baca: ASN Muarojambi Dipantau, Bupati Masnah Minta BKD Periksa Alat Finger Print

Baca: Arus Balik Penumpang di Pelabuhan Roro Membludak, Bupati Safrial Janji Perbaiki Sistem Layanan

Baca: Beralih ke Digital, Perpusatakan Jambi Akan Tambah Koleksi Buku di iPustaka Jambi

Baca: Dilaporkan Tidak Netral Saat Pilwako Jambi, Dua PNS Pemprov Jambi Terancam Kena Sanksi

Ketika disinggung warga di sekitar lokasi peternakan yang mengeluhkan bau tak sedap, Enggar mengaku belum menerima laporan terkait hal itu.

"Laporan, entah itu dari masyarakat ke lurah atau kades, atau lurah ke kami, itu belum ada. Mungkin sebatas keluhan bau di sekitar sana saja," duganya.

Enggar menduga saat musim hujan banyak genangan air di sekitar peternakan lambat mengering sehingga menyebabkan bau.

"Kalau biasanya kan, panas kering genangan-genangan air itu. Nah, pas kemarin musim hujan. Ada genangan. Itu bau. Bau itulah yang tercium masyarakat sekitar. Itulah yang mereka keluhkan," katanya.

Halaman
12
Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved