Breaking News:

Peranan Politisi PPP, Habil Marati dan Kaitan Kivlan Zen yang Sewa Pembunuh Bayaran pada Aksi 22 Mei

Tersangka tersebut Habil Marati (HM), yang ditangkap pada 29 Mei 2019 di rumahnya pada kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

capture for kompas tv
Habil Marati 

Saudara HM ini, adalah, seorang laki-laki yang tinggal di jalan Metro Kencana, Kelurahan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Tersangka HM, ditangkap di rumahnya, pada hari Rabu, tanggal 29 Mei 2019.

Baca: Gatot Nurmantyo Blak-blakan Operasi Sandi Yudha yang Dilakukan Prajurit Kopassus Bisa Gandakan Diri

Baca: Jelang Sidang Gugatan Sengketa Pilpres - Daftar Permintaan BPN hingga Pernyataan Prabowo

Tersangka HM ini, berperan, yang pertama, memberikan uang, jadi uang yang diterima tersangka KZ, itu berasal dari tersangka HM.

Maksud dan tujuannya adalah untuk pembelian senjata api.

Kemudian, tersangka HM ini, juga memberikan uang sebesar Rp 60 juta, langsung kepada tersangka HK, alias I, untuk biaya operasional dan juga pembelian senjata api.

Tersangka kerusuhan 21-22 Mei, berinisial HL alias I yang sebagai leader dan juga eksekutor memberikan kesaksian berkaitan dengan senjata yang digunakan saat kerusuhan.
Tersangka kerusuhan 21-22 Mei, berinisial HL alias I yang sebagai leader dan juga eksekutor memberikan kesaksian berkaitan dengan senjata yang digunakan saat kerusuhan. ((Capture Youtube Berita Satu))

Dari tangan tersangka HM, kami menyita sebuah Handphone yang digunakan oleh tersangka HM, untuk lakukan komunikasi, dan juga sebuah printout rekening bank milik tersangka HM," ujar Wadir Krimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi di kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2019).

Penangkapan tersangka Kivlan Zein dan Habil Marati merupakan pengembangan dari 6 tersangka sebelumnya.

"Patut disangka, atau diduga melakukan tindak pidana memiliki, menguasai, ataupun menyimpan, senjata api ilegal, tanpa hak, tanpa ijin, sebagaimana diatur dalam pasal 1, Undang-undang Darurat, nomor 12, tahun 1951, dengan ancaman hukuman pidana, seumur hidup.

Mereka semua ini, bermufakat jahat, untuk melakukan pembunuhan berencana terhadap 4 tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei," lanjut Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi.

Baca: Selamat Ulang Tahun BTS! Berikut Transformasi Family Portrait BTS, Awas Gagal Fokus!

Baca: VIRAL! Gara-gara di Kampung Kakeknya Tak Ada Internet, Bocah Lelaki Berontak Tak Mau Diajak Mudik

Polisi bertahan dari lemparan batu para demonstran yang ricuh di dekat gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Rabu (22/5/2019) malam.

Halaman
1234
Editor: Suci Rahayu PK
Sumber: GridHot.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved