Penyelundupan Benih Lobster Jaringan Internasional, Warga Tiongkok Terancam 6 Tahun Penjara

Perkara penyelundupan benih lobster jaringan internasional yang turut menyeret warga Tiongkok dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jambi.

Penyelundupan Benih Lobster Jaringan Internasional, Warga Tiongkok Terancam 6 Tahun Penjara
Tribunjambi/Fadly
Ditpolairud berhasil menangkap enam orang pelaku, Yakni Kong Huping, LC, HR, ZI, PA dan HI sindikat perdagangan baby lobster. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Perkara penyelundupan benih lobster jaringan internasional dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jambi, Rabu (12/6) lalu.

Perkara ini turut menjerat Kong Hui Ping warga Tiongkok dan tujuh tersangka lainnya.

Penyidik Ditpolairud Polda Jambi melakukan tahap II berikut pelimpahan berkas serta para tersangka ke Kejaskaan Negeri (Kejari) Jambi.

Kasi Penkum Kejati Tinggi Jambi, Lexy Fatharani membenarkan hal tersebut. Pihaknya pun sudah menujuk Victoris Parlaungan Purba, dan Donnel Haratua Sitinjak sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang akan menangani perkara tersebut.

Adapun nama-nama tersangka lainnya yang telah dilimpahkan yakni, Lucky alias Hong Cai, Ramlan Sapta Utomo Sabirin, Herman, Zainuri, Purnama Andika Putra, Sabirin, dan Ansori As. Mereka dikenakan pasal 88 jo pasal 16 ayat (1) jo pasal 100 jo pasal 7 ayat (1) UU RI Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan, dengan ancaman penjara paling lama 6 tahun dan denda sebesar Rp 1 miliar.

Baca: Seorang Wanita Tewas Membusuk di Kamar Bedeng, Kapolsek Kotabaru: Bisa Jadi Ada Indikasi Pembunuhan

Baca: Lengser dari Kursi Kepala Dinas, Bupati Safrial Minta Netty Segera Kembalikan Fasilitas Dinas

Baca: Peternakan Babi di Bungo Buat Warga Resah, Dinas Peternakan Bungo Buat Penjelasan Begini

Baca: ASN Muarojambi Dipantau, Bupati Masnah Minta BKD Periksa Alat Finger Print

Baca: Bertahun-tahun Bolos Kerja, 6 ASN Tanjab Barat Diberhentikan

Lexy mengatakan terdakwa Kong Hui Ping disangkakan melanggar pasal 88 jo pasal 16 ayat (1) jo pasal 100 jo pasal 7 ayat (1) UU RI Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan jo pasal 55, 56 KUHPidana.

“Ya saat ini mereka sudah kita titipkan di Lapas Jambi, menjelang kita limpahkan ke Pengadilan,” sebut Lexy.

Selain itu, Lexy turut meyebutkan barang bukti yang dilampahkan yakni, 81.000 benih lobster jenis pasir, buku paspor Kong Hui Ping, HP Merk Xiaomi Mi 8, buku tabungan BCA atas nama Ating Martini, dompet berisi 23 kartu ATM, buku catatan warna merah, satu pompa air merek resun LP4D, dua tabung oksigen, dua galon air, satu pompa celup merek amara, dua pompa celup merek, satu mesin pompa air merek national, tiga plastik sealer merek pioline, satu pompa celup merek SP 1000, dan satu buah kolam penampungan.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved