Belum Miliki Hak Paten, Kopi Robusta Jangkat Rawan Diklaim Daerah Lain

Belum ditetapkanya Indikasi Geografis (hak paten) Kopi Rebusta Jangkat Merangin, membuat varian kopi ini mudah diklaim daerah lain.

Belum Miliki Hak Paten, Kopi Robusta Jangkat Rawan Diklaim Daerah Lain
KONTAN/CHEPPY A. MUCHLIS
kopi 

Belum Miliki Hak Paten, Kopi Robusta Jangkat Rawan Diklaim Daerah Lain

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Belum ditetapkanya Indikasi Geografis (hak paten) Kopi Rebusta Jangkat Merangin, membuat varian kopi ini mudah diklaim daerah lain.

Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan Provinsi Jambi Ariansyah mengakui kopi robusta Merangin masih terkendala hak paten untuk dijadikan brand kopi. Meski kopi Jangkat digunakan sebagai bahan kopi di Lampung.

“Jadi kita tidak bisa komplain, mereka memang beli dalam bentuk gabah dan seri lalu diolah di Lampung, tapi karena belum ada IG nama Jangkat tak bisa dicantumkan,” katanya pada Tribunjambi.com, Kamis (13/6).

Penerbitan IG sudah diusahakan pihak Kabupaten Merangin dan Pemprov Jambi sejak dua tahun lalu.

“Prosesnya memang lama bahkan sudah berjalan dua tahunan ini, tapi terus kita usahakan izin tersebut, untuk yang lain seperti Arabika Kerinci dan Liberika Tungkal sudah ada IG-nya jadi tak bisa dicaplok,” terangnya.

Baca: Pasokan dari Jawa Terlambat, Harga Cabai dan Bawang di Pasar Angso Duo Melonjak Naik

Baca: Pemerintah Pusat Gelontorkan Rp 14 Miliar untuk Kembangkan Geopark Merangin

Baca: Sabu di Bungkus Permen Relaxa, Nasib Daeng Cs Kini Jadi Pesakitan

Baca: Peternakan Babi di Bungo Buat Warga Resah, Dinas Peternakan Bungo Buat Penjelasan Begini

Baca: Lengser dari Kursi Kepala Dinas, Bupati Safrial Minta Netty Segera Kembalikan Fasilitas Dinas

Meski demikian, pasokan kopi Jangkat ke Lampung tak bisa dihentikan karena akan merugikan petani kopi.

Pengurusan IG sendiri merupakan kewenangan dari Kemenkumkam. Untuk proses di dalamnya haruslah ada SOP yang dipenuhi oleh kelompok budidaya kopi tersebut. Lalu akan disurvei oleh pihak Kemenkumham.

“Ya perumpamaannnya seperti beras payo Kerinci dan Solok, kan dimana-mana jika rasanya khas tak bisa diambil orang namanya,” jelasnya.

Kata Ariansyah, jika kopi Jangkat telah memiliki hak paten tak menutup kemungkinan harganya akan lebih tinggi. “Nanti kalau sudah ada IG “Kopi Lampung” itu akan cantumkan juga nama Jangkat,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Jambi Fachrori Umar menyayangkan kopi robusta asal Jangkat tak bisa dicantumkan pada kemasan kopi produksi Lampung.

“Sayang kopi jangkat diberi nama Lampung, karena orang kita jual ke sana, “ katanya.

“Mereka (Lampung) yang buat jadi hilanglah nama Jangkat dan Merangin,” ujarnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved