Terdakwa OTT CPNS Muarojambi Disangka Tiga Pasal, JPU Tuntut 1,5 Tahun Penjara

Terdakwa dugaan korupsi CPNS Muarojambi dituntut 1,5 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum, pada Rabu (12/6).

Terdakwa OTT CPNS Muarojambi Disangka Tiga Pasal, JPU Tuntut 1,5 Tahun Penjara
TRIBUNJAMBI/SAMSUL BAHRI
OTT Kejaksaan Negeri Muaro Jambi mengamankan pejabat BKD Muarojambi berinisial YS, penangkapan diduga terkait penerimaan CPNS Muaro Jambi 

Terdakwa OTT CPNS Muarojambi Disangka Tiga Pasal, JPU Tuntut 1,5 Tahun Penjara

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Terdakwa dugaan korupsi CPNS Muarojambi dituntut 1,5 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum, pada Rabu (12/6).

Jaksa Penuntut Umum juga menuntut terdakwa Yusuf denda sebesar Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan. "Dan barang bukti dikembalikan kepada saksi (yang memberikan uang sebesar Rp 19 juta lebih)," sebutnya.

"Perbuatan terdakwa terbukti dalam dakwaan ketiga sebagaimana diatur dalam pasal 11 UU RI No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo UU RI No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," katanya.

Diketahui Yusuf tertangkap tangan tim Kejari Muarojambi dan Tim Kejati Jambi saat melakukan OTT di rumah pribadinya, di RT 06, Desa Ladang Panjang, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro jambi, terkait dengan penerimaan CPNS.

Baca: Sumur Minyak Ilegal di Batanghari Meledak, Warga Sekayu Sumatera Selatan Dikabarkan Tewas

Baca: September 2020 Pilkada Serentak, 5 Daerah di Jambi Pilih Kepala Daerah Baru

Baca: Ini Alasan Bupati Merangin Al Haris Pilih Lantik Pejabat per Dinas

Baca: Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran, Pegawai RSUD Hamba Batanghari Banyak Bolos

Baca: Menjelang, Tradisi Tua Saat Lebaran Idul Fitri di Bungo yang Masih Lestari

Baca: Habiskan Anggaran Rp 3,5 Miliar, Keindahan Tugu Keris Siginjai Mulai Pudar

Dari rumah terdakwa, penyidik Kejari mendapatkan alat bukti berupa uang tunai sebesar Rp 19,3 juta yang akan diberikan oleh korban pada Yusuf.

Usai melakukan OTT, tim Kejari juga melakukan penggeledahan di kantor BKD Muarojambi dan mengumpulkan sejumlah alat bukti.

Tersangka tersebut disangka dengan tiga pasal pertama Pasal 12 huruf a UU RI No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo UU RI No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kejari Muarojambi tetapkan Muhammad Yusuf, Pegawai BKD Muarojambi menjadi tersangka kasus penerimaan CPNS 2018.
Kejari Muarojambi tetapkan Muhammad Yusuf, Pegawai BKD Muarojambi menjadi tersangka kasus penerimaan CPNS 2018. (tribunjambi/syamsul)

Kedua Pasal 12 huruf e UU RI No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo UU RI No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Atau sangkaan ketiga yakni pasal 11 UU RI No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo UU RI No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved