Pilpres 2019

Tanda-tanda Sinyal yang Diberikan Partai Demokrat untuk Bergabung ke Koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin

Tanda-tanda Sinyal yang Diberikan Partai Demokrat untuk Bergabung ke Koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin

Tanda-tanda Sinyal yang Diberikan Partai Demokrat untuk Bergabung ke Koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin
Instagram @sekretariat.kabinet
Presiden Joko Widodo menerima Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (22/5). . 

Tanda-tanda Sinyal yang Diberikan Partai Demokrat untuk Bergabung ke Koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin

TRIBUNJAMBI.COM - Santernya kabar akan bergabungnya Partai Demokrat dengan koalisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin semakin kuat.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies Jerry Massie berpendapat bahwa Partai Demokrat saat ini mulai memberikan sinyal akan keluar dari koalisi parpol pendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hal itu, menurut Jerry, dapat dilihat dari usul pembubaran koalisi yang sempat dilontarkan oleh Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik.

"Usul bubarkan koalisi bagian komunikasi politik Demokrat saja. Bagi mereka tidak masalah putus hubungan koalisi," ujar Jerry saat dihubungi, Rabu (12/6/2019).

Baca: Taman Rimba Zoo Jambi akan Datangkan Harimau Sumatera dari Bukit Tinggi

Baca: Polisi Sediliki Warga Sekayu Pemilik Sumur Ilegal yang Terbakar di Batanghari

Baca: Kolam Penampungan Minyak Ilegal di Batanghari Terbakar, Muncul Percikan Api dari Mesin Robin

Baca: PRAMUGARI Garuda Meronta Kesakitan Diterjang dan Ditampar Teroris: Selamat saat Kopassus Datang

Baca: Gajah dan Kuda Tunggang Jadi Favorit Pengunjung Taman Rimbah Zoo Jambi

"Ini ada sinyal politik Demokrat akan merapat ke Jokowi, jadi otomatis ini mereka mendukung pemerintah," ucapnya.

Jerry menilai sejak awal Partai Demokrat terlihat tidak sepenuh hati mendukung pasangan Prabowo Sandiaga.

Selama masa kampanye Demokrat dianggap kurang berperan dalam mendulang suara bagi pasangan capres-cawapres nomor urut 02.

Ia menduga Demokrat kecewa karena Prabowo tidak memilih Komandan Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon wakil presiden.

Presiden terpilih Joko Widodo dijadwalkan akan bertemu dengan Komandan Komando Tugas Bersama Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan pada hari ini, Rabu (22/5/2019).
Presiden terpilih Joko Widodo dijadwalkan akan bertemu dengan Komandan Komando Tugas Bersama Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan pada hari ini, Rabu (22/5/2019). ((Instagram @jokowi))

"Memang Demokrat masih ada sakit hati saat Agus Yudhoyono tak bertandem dengan Prabowo. Semua berubah jika bukan Sandiaga Uno tandem Prabowo, melainkan AHY," kata dia.

Menurut Jerry, sejak awal partai pimpinan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menerapkan gaya politik "dua kaki".

Demokrat dapat dengan mudah bermanuver setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil rekapitulasi perolehan suara pilpres.

Halaman
12
Editor: ekoprasetyo
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved