Selama Ramadan Cabai Merah dan Bawang Putih Sumbang Inflasi Terbesar di Jambi

Pada Mei 2019, perkembangan Indeks Harga Konsumen Kota Jambi mengalami inflasi 0,38 persen (mtm).

Selama Ramadan Cabai Merah dan Bawang Putih Sumbang Inflasi Terbesar di Jambi
pixabay.com
Ilustrasi 

 Selama Ramadan Cabai Merah dan Bawang Putih Sumbang Inflasi Terbesar di Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pada Mei 2019, perkembangan Indeks Harga Konsumen Kota Jambi mengalami inflasi 0,38 persen (mtm). Sejalan dengan Kota Jambi, Kabupaten Bungo juga tercatat inflasi sebesar 1,60 persen (mtm). Sehingga secara total, Provinsi Jambi mengalami inflasi sebesar 0,50 persen (mtm) atau secara tahunan mengalami inflasi 2,89 persen (yoy).

Dijelaskan Kepala Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi, Bank Indonesia Provinsi Jambi, A Pandu Wirawan, perkembangan inflasi tersebut lebih rendah dibandingkan April 2019 yang tercatat inflasi sebesar 0,60 persen (mtm). Secara tahun kalender (Januari-Mei), laju inflasi Provinsi Jambi tercatat inflasi sebesar 0,72 persen (ytd).

"Inflasi Provinsi Jambi pada Mei 2019 terutama didorong oleh kelompok bahan makanan menyusul tingginya permintaan pada periode Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1440 H, meningkatnya pendapatan masyarakat melalui THR juga mendorong konsumsi barang-barang dari kelompok inti," ujarnya.

Baca: OTT CPNS Muarojambi: Fikri Pertanyakan Pemberi Suap yang Tak Jadi Tersangka

Baca: Sumur Minyak Ilegal di Batanghari Meledak, Warga Sekayu Sumatera Selatan Dikabarkan Tewas

Baca: September 2020 Pilkada Serentak, 5 Daerah di Jambi Pilih Kepala Daerah Baru

Baca: Terdakwa OTT CPNS Muarojambi Disangka Tiga Pasal, JPU Tuntut 1,5 Tahun Penjara

Baca: Habiskan Anggaran Rp 3,5 Miliar, Keindahan Tugu Keris Siginjai Mulai Pudar

Namun demikian, kelompok administered price mengalami deflasi pada periode laporan menyusul kebijakan pemerintah untuk menurunkan Tarif Batas Atas (TBA) tiket pesawat sehingga mampu menekan laju inflasi kelompok ini. Tetapi komoditas angkutan darat tetap mengalami kenaikan seiring dengan tingginya permintaan menjelang Idul Fitri.

"Komoditas penyumbang inflasi terbesar pada Mei 2019 adalah cabai merah (inflasi 19,75 persen mtm dengan andil 0,14 persen), bawang putih (inflasi 27,05 persen mtm dengan andil 0,09 persen), daging ayam ras (inflasi 4,93 persen mtm dengan andil 0,06 persen), dan angkutan antar kota (inflasi 8,87 persen mtm dengan andil 0,05 persen)," Rabu, (12/6).

Meningkatnya harga komoditas bumbu-bumbuan terutama disebabkan mulai berkurangnya pasokan pasca berakhirnya masa panen raya di beberapa daerah sentra produksi cabai merah terutama di Pulau Jawa. Tingginya harga bawang putih menyusul terjadinya kelangkaan pasokan pasca terhambatnya izin impor dan membutuhkan beberapa waktu hingga didistribusikan ke daerah Jambi. Sementara untuk daging ayam ras, kenaikan harga daging ayam ras disebabkan tingginya permintaan.

Selain itu, penurunan tarif angkutan udara disebabkan oleh penyesuaian Tarif Batas Atas (TBA) maskapai penerbangan yang diturunkan sebesar 12-16 persen sesuai rute penerbangan.

Di sisi lain, komoditas penyumbang inflasi terbesar di Kabupaten Bungo adalah jeruk (inflasi 45,05 persen mtm dengan andil 0,30 persen), cabai merah (inflasi 27,55 persen mtm dengan andil 0,19 persen), jengkol (inflasi 43,54 persen mtm dengan andil 0,18 persen) dan nila (inflasi 12,22 persen mtm dengan andil 0,17 persen).

Baca: Berikut Enam Nama Calon Sekda Tanjab Barat yang Lolos Seleksi Wawancara

Baca: Ini Alasan Bupati Merangin Al Haris Pilih Lantik Pejabat per Dinas

Baca: Menjelang, Tradisi Tua Saat Lebaran Idul Fitri di Bungo yang Masih Lestari

Baca: Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran, Pegawai RSUD Hamba Batanghari Banyak Bolos

Baca: Pilgub Jambi, Cek Endra Bakal Gandeng Kapolda Jambi

Mempertimbangkan kondisi terkini serta kebijakan pemerintah maupun pelaku usaha, laju inflasi Juni 2019 diperkirakan berada pada kisaran 0,23 persen - 0,63 persen (mtm). Sumber tekanan inflasi terutama masih berasal dari komoditas bahan pangan disebabkan masih terbatasnya pasokan sesuai pola musimannya serta tingginya permintaan pada periode Idul Fitri.

"Selain itu, tarif angkutan udara khususnya kategori Low Cost Carrier (LCC) juga terpantau mengalami kenaikan dibandingkan periode sebelumnya," pungkasnya.

Penulis: fitri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved