Menjelang, Tradisi Tua Saat Lebaran Idul Fitri di Bungo yang Masih Lestari

Di Kabupaten Bungo ada tradisi silaturahmi yang dilakukan turun-temurun hingga kini. Orang-orang di Bungo menyebutnya menjelang.

Menjelang, Tradisi Tua Saat Lebaran Idul Fitri di Bungo yang Masih Lestari
Tribunjambi/Mareza
Masyarakat dari Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Kecamatan Jujuhan, dan Kecamatan Jujuhan Ilir Menjelang di Rumah Dinas Bupati Bungo. 

Menjelang, Tradisi Tua Saat Lebaran Idul Fitri di Bungo yang Masih Lestari

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Di Kabupaten Bungo ada tradisi silaturahmi yang dilakukan turun-temurun hingga kini. Orang-orang menyebutnya Menjelang.

Berbeda dengan silaturahmi pada umumnya, Menjelang biasanya dilakukan beramai-ramai.
Warga datang dari satu kampung ke kampung lain. Bersilaturahmi antar dusun dan saling mengunjungi satu sama lain.

Pada kesempatan itu, mereka saling bersalaman menanyakan kabar, bercerita, juga membicarakan hal-hal lain.

Seperti yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Bungo, Rabu (12/6/2019). Masyarakat dari tiga kecamatan Menjelang ke sana.

Adalah masyarakat dari Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Kecamatan Jujuhan, dan Kecamatan Jujuhan Ilir.

Pemerintah Kabupaten Bungo, selaku tuan rumah pun menyambut dengan hangat.

Bupati Bungo, Mashuri mengatakan, Menjelang merupakan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat di Kabupaten Bungo.

Baca: Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran, Pegawai RSUD Hamba Batanghari Banyak Bolos

Baca: Angka Kecelakaan di Muarojambi Menurun, Arus Balik Lebaran Terpantau Lancar

Baca: Pilgub Jambi, Cek Endra Bakal Gandeng Kapolda Jambi

Baca: Berikut Enam Nama Calon Sekda Tanjab Barat yang Lolos Seleksi Wawancara

Baca: Bupati Merangin Kembali Rombak Pejabat, Haidir Gantikan Hendri Putra sebagai Humas Pemda

Menurutnya, bagi masyarakat Bungo, Idul Fitri belum terasa jika belum ikut Menjelang. Biasanya, Menjelang lebih dulu dilakukan ke kediaman orang-orang yang dituakan.

"Ini adalah kearifan lokal di masyarakat kita. Menjelang orang tua, menjelang imam masjid, menjelang pimpinan, termasuk juga menjelang masyarakat lainnya," kata dia.

Meski begitu, tidak jarang juga masyarakat mendapat kunjungan dari orang-orang yang dituakan tersebut. Sebab, Menjelang merupakan silaturahmi antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya.

Katanya, Menjelang, mengunjungi, atau menjenguk itu pun menjadi sarana untuk saling mengingatkan, menginformasikan, berbagi cerita, dan hal lainnya.

"Untuk itu, mari kita lestarikan tradisi ini. Ini kearifan lokal yang kita punya," ujarnya.

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved