Terpantau CCTV, Mobil Pejabat DLH Batanghari Keluar-Masuk Lokasi Illegal Drilling

Mobil Chevrolet berpelat merah milik DLH Batanghari tertangkap camera CCTV mondar-mandir di kawasan illegal drilling di Kecamatan Bajubang.

Terpantau CCTV, Mobil Pejabat DLH Batanghari Keluar-Masuk Lokasi Illegal Drilling
IST
Mobil dinas DLH Batanghari terpantau CCTV sering keluar-masuk kawasan ilegal drilling di Bajubang. 

Terpantau CCTV, mobil pejabat DLH Batanghari keluar-masuk lokasi illegal drilling.

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Mobil Chevrolet berpelat merah yang diduga milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batanghari tertangkap camera CCTV mondar-mandir di kawasan illegal drilling di Kecamatan Bajubang, Batanghari.

Dari informasi yang didapat Tribunjambi.com, mobil dinas bernomor polisi BH 282 BZ tersebut merupakan mobil patroli yang kerap digunakan oleh Kepala Bidang (Kabid) Taman Hutan Rakyat (Tahura) DLH Kabupaten Batanghari, Faisal Ramadhan.

Mobil tersebut terekam kamera pemantau (CCTV) milik salah satu perusahaan yang dipasang dekat kawasan perkampungan yang marak aktivitas illegal drilling di Kecamatan Bajubang pada 12 dan 13 Februari 2019.

Seorang pekerja sumur minyak ilegal D mengatakan, mobil patroli berpelat BH 282 BZ itu sering keluar-masuk wilayah pengeboran minyak tak berizin tersebut. Baik siang maupun malam hari.

"Sering nian mobil itu ke sini. Kami takut juga karena kami yang kerja ini terganggu," ujarnya saat dikonfirmasi via ponsel, Selasa (11/6).

Baca: Operasi Ketupat 2019, Kasus Pencurian dengan Kekerasan Mendominasi, Warga Kota Jambi Harus Waspada

Baca: Ditinggal ke Ladang Rumah Apri di Kerinci Ludes Dilalap Api, Harta Rp 50 Juta Habis Terbakar

Baca: Eks Rumah Sakit PTPN IV di Kerinci akan Disulap jadi Rumah Sakit Tipe D

Baca: Kasus Dugaan Korupsi Kredit Fiktif Bank Mandiri Rimbo Bujang Masuki Tahap Replik

Baca: Hadapi Gugatan YLKI, Pemkot Jambi dan PDAM Tirta Mayang Bakal Hadirkan Saksi Tandingan

Sementara, Kadis DLH Kabupaten Batanghari, Parlaungan mengakui jika mobil dengan nopol BH 282 BZ itu merupakan kendaraan dinas DLH.

"Iya itu mobil dinas di sini. Itu Mobil patroli kami yang sering dipakai oleh Kabid Tahura," katanya.

Namun, Parlaungan tidak mengetahui jika mobil patroli tersebut sering kali memasuki kawasan ilegal drilling di Bajubang. Sebab, Kabid Tahura tak pernah melaporkan perjalanannya ke sana.

"Kalau patroli itu pasti ada Surat Perintah Tugas (SPT) dan mustahil saya tidak tahu. Kan itu harus diajukan dulu ke Pak Sekda," bebernya.

Menurutnya, pada 12 dan 13 Februari 2019 juga tidak ada laporan yang ia terima dari Kabid Tahura.

"Selama dari Januari hingga Juni saya tidak pernah memberikan surat perjalanan dinas untuk sendiri. Karena kalau patroli pengamanan dan perlindungan itu tidak pernah sendiri pasti ada tim," jelasnya.

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved