Berita Batanghari

Sopir Bus Tak Mau Bayar Retribusi, Terminal Bus di Muara Bulian Sepi, tak Ada Aktivitas AKAP & AKDP

Sopir Bus Tak Mau Bayar Retribusi, Terminal Bus di Muara Bulian Sepi, tak Ada Aktivitas AKAP & AKDP

Sopir Bus Tak Mau Bayar Retribusi, Terminal Bus di Muara Bulian Sepi, tak Ada Aktivitas AKAP & AKDP
TRIBUNJAMBI/Leonardus Yoga Wijanarko
Ilustrasi. Sopir Bus Tak Mau Bayar Retribusi, Terminal Bus di Muara Bulian Sepi, tak Ada Aktivitas AKAP & AKDP 

Sopir Bus Tak Mau Bayar Retribusi, Terminal Bus di Muara Bulian Sepi, tak Ada Aktivitas AKAP & AKDP

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Terminal Muara Bulian pasca lebaran, masih tampak sepi. Tidak terlihat aktivitas angkutan bus antar kota dalam maupun luar provinsi di terminal tersebut.

Bahkan, hingga arus balik lebaran saat ini pun, kondisi terminal tersebut hanya terdapat mobil-mobil barang dan truk bermuatan Batubara dan CPO sejak Senin (10/6/2019).

Baca: Arus Balik di Terminal Muara Bungo Masih Ramai Hingga Beberapa Hari ke Depan

Baca: Aktivitas Terminal Bus Sribulan Sarolangun Mulai Padat, Sehari 200 Bus dari Jawa Masuk Terminal

Baca: Divonis 1 Tahun Kurungan Penjara, Ahmad Dhani Langsung Menyatakan Banding

Kabid Penataan Lalu Lintas dan Terminal Dishub Kabupaten Batanghari, Dwi Wasto Asmi saat dikonfirmasi mengatakan, di dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 20 Tahun 2011 tentang Retribusi Terminal, memang harus ada angkutan berupa bus yang mengangkut dan menurunkan penumpang harus menurunkannya di terminal itu.

"Hanya saja para sopir angkutan ini menurunkan dan menaikkan penumpang di luar terminal. Sampai sekarang tidak ada bus AKAP atau AKDP yang masuk terminal itu," ungkapnya, saat dikonfirmasi, Selasa (11/6/2019).

Baca: Tanah Longsor Tutupi Jalan Sepanjang 15 Meter, Desa Muara Pangi, Merangin, Terancam Terisolir

Baca: Cara Hemat Kuota Internet Instagram dan Whatsapp untuk Telkomsel dan Provider Lain, Begini Triknya

Baca: Selama Idul Fitri 2019 KPK Terima 94 Laporan Gratifikasi

Berdasarkan perda tentang retribusi terminal, kata Dwi, angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) dikenakan retribusi jika masuk terminal tersebut.

Tarifnya yakni untuk AKDP yakni dari bus besar Rp 3.000, sedang Rp 2.000, dan kecil Rp 1.000. Sedangkan AKAP yaitu bus besar Rp 5.000, sedang Rp 3.000 dan kecil Rp 1.000.

Menurutnya, alasan para sopir angkutan tersebut tidak masuk terminal Muara Bulian, lantaran terminal di Simpang Rimbo, Kota Jambi tidak dipunguti biaya retribusi.

"Seharusnya ini ada penindakan sesuai perdanya. Tapi susah juga untuk menindak. Karena terminal kita ini Tipe C dan selama ini aturan itu juga tidak jalan," katanya.

Sejauh ini, pihaknya hanya memungut uang retribusi dari angkutan muatan barang, batubara, dan lainnya.

"Yang aktif hanya angkutan bermuatan seperti Batubara dipungut Rp 5.000, pikap Rp 3.000 dan mobil boks sedang Rp 4.000," jelasnya.

Sopir Bus Tak Mau Bayar Retribusi, Terminal Bus di Muara Bulian Sepi, tak Ada Aktivitas AKAP & AKDP (Rian Aidilfi/Tribun Jambi)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved