Empat Napi Rutan Sungai Penuh Kabur, Kakanwil Kemenkumham Jambi Ancam Pecat Sipir

Empat orang narapidana Rumah Tahanan Klas II/B Sungai Penuh berhasil kabur dengan menjebol dinding dapur

Empat Napi Rutan Sungai Penuh Kabur, Kakanwil Kemenkumham Jambi Ancam Pecat Sipir
Tribunjambi/Heru
Warga jenguk keluarga di Rutan Sungai Penuh. 

Empat Napi Rutan Sungai Penuh Kabur, Kakanwil Kemenkumham Jambi Ancam Pecat Sipir

TRIBUNJAMBI, JAMBI - Empat orang narapidana Rumah Tahanan Klas II/B Sungai Penuh berhasil kabur dengan menjebol dinding dapur, Senin (10/6) kemarin. Saat ini Kanwilkumhan Provinsi Jambi tengah memeriksa pegawai sipir Rutan yang berjaga saat itu.

Kakanwilkumham Provinsi Jambi, Agus Nugroho Yusuf saat dikonfirmasi mengatakan, dari peristiwa tersebut pihaknya melakukan penyelidikan dan pemeriksaan BPAP terhadap pegawai Rutan.

“Kami juga akan memberikan sanksi juga dan akan BPAP, dari sana kita akan lihat sesuai dengan aturan Pemerintah PP no 53 tahun 2010. Tergantung kesalahannya, kalau memang dia sengaja melakukannya ya langsung kita berhentikan,” kata dia pada Tribunjambi.com, Selasa (11/6).

Kata Agus, hal ini dilakukan untuk efek jera bagi sipir yang melakukan kesalahan. “Ini adalah efek jera, kalau gak gini bakal terulang terus. Kita harus tegas dalam hal ini, tergantung dari kasusnya,” tambahnya.

Baca: 4 Napi Kabur, Kepala Rutan Sungaipenuh Belum Bisa Beri Keterangan Resmi

Baca: Empat Tahanan Rutan Sungai Penuh Kabur, Jebol Dinding Dapur Saat Salat Zuhur

Baca: Pejabat DLH Batanghari Disebut Punya Sumur Minyak Ilegal, Parlaungan: Itu Tidak Mungkin

Baca: Terpantau CCTV, Mobil Pejabat DLH Batanghari Keluar-Masuk Lokasi Illegal Drilling

Baca: Operasi Ketupat 2019, Kasus Pencurian dengan Kekerasan Mendominasi, Warga Kota Jambi Harus Waspada

Agus juga menghimbau kepada kepala lapas dan Rutan di Provinsi Jambi ini agar selalu waspada. “Saya sudah intruksikan kepada semua lapas di Jambi agar selalu hati-hati dan selalu waspada dalam hal ini dan menjadikan pelajaran agar tak terulang lagi,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah menyerukan Kadiv Pemasyarakatan dan Plt Karutan Klas II/B Sungai Penuh untuk berkordinasi dengan aparat keamanan untuk melakukan pengejaran terhadap napi yang berhasil kabur.

“Kita juga masih terus melakukan pengejaran pada napi itu,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, empat napi yang kabur yakni, Herman Piton (24) perkara pencurian yang menjalani hukuman 2,6 tahun. Kemudian, Mike Putra Wijaya (37) warga Desa Koto Keras, Kecamatan Pesisir Bukit, perkara narkotika yang menjalani masa hukuman 6 tahun 8 bulan.

Kemudian, Syafrizal alias Syafri (37) warga Gang Umi Amaliyah, Desa Batu VII, Kecamatan Bagan Siapi-Api, Kabupaten Rogan Hilir, Provinsi Riau, yang menjalani masa hukuman 9 tahun penjara. Lalu, Rahmat Dani (24) warga Kumun Hilir, Kecamatan Kumun Debai, Sungai Penuh, yang menjalani masa hukuman selama 5 tahun 6 bulan.

Keempat napi tersebut berhasil kabur setelah berhasil menjebol tembok di bagian dapur menggunakan sebuah alat. Untuk melancarkan aksinya, empat napi tersebut kabur saat para napi lainnya sedang salat Zuhur, Senin (10/6) sekira pukul 12.45 WIB.

Baca: Eks Rumah Sakit PTPN IV di Kerinci akan Disulap jadi Rumah Sakit Tipe D

Baca: Ditinggal ke Ladang Rumah Apri di Kerinci Ludes Dilalap Api, Harta Rp 50 Juta Habis Terbakar

Baca: Komunikasi Makin Hemat dengan Paket SERBU dari IM3 Ooredoo

Baca: Kasus Dugaan Korupsi Kredit Fiktif Bank Mandiri Rimbo Bujang Masuki Tahap Replik

Baca: Kapolres Muarojambi Tegaskan Tak Ada Ilegal Drilling di Desa Nyogan, Tapi di Sini

Penulis: Muuhammad Ferry Fadly
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved