Kisah Militer RI

Kopassus Lawan Pasukan Mengerikan di Timor Timur Besutan Pasukan Portugis, Mereka Dinamai Tropaz

Kopassus Lawan Pasukan Mengerikan di Timor Timur Besutan Pasukan Portugis, Mereka Dinamai Tropaz

Kopassus Lawan Pasukan Mengerikan di Timor Timur Besutan Pasukan Portugis, Mereka Dinamai Tropaz
IST
Kisah Operasi Kopassus di Papua, Misi Bebaskan 5 Anggota Koramil yang Seminggu Dikepung Pemberontak 

Dia mencabut granat kedua. "Blaaaar!!" ledakan keras terdengar hingga dinding bergetar.

Beberapa orang yang terluka berhamburan keluar.

Tanpa ba-bi-bu, Soegitu menarik picu senapan otomatisnya.

Rentetan peluru kaliber 7,62 mm segera menyiram dan menghabisi orang-orang berseragam hijau itu.

Dili dipenuhi suara tembak menembak hari itu.

Senapan serbu AK-47 milik Kopasandha versus senapan G3 standar NATO milik Tropaz dan Fretilin.

Siang harinya, pasukan baret merah itu berhasil menguasai Pelabuhan.

Kopassus
Kopassus (tribunnews)

Letkol Soegito menggunakan sebuah bangunan yang belum jadi untuk markas Grup.

Dia mulai bisa mengontak pasukannya yang berceceran.

Di sinilah Soegito menerima kabar Mayor Inf Muji Raharjo tertembak di bagian leher. Lukanya sangat parah. Namun ajaib, nyawanya masih bisa tertolong.

Dia bisa sembuh karena peluru tidak merobek syarafnya.

Kota Dili bisa direbut hari itu juga. Pasukan Tropaz dan Fretilin mundur ke gunung untuk meneruskan perang Gerilya.

Kemenangan yang harus dibayar mahal dengan gugurnya 19 anggota Kopasandha dan 35 prajurit Yonif Linud 501.

Sementara dari pihak musuh sedikit simpang siur.

Ada yang menyebut 122 orang Pasukan Tropaz tewas, ada juga yang mencatat 105 orang. Selain itu puluhan pucuk senjata G-3 juga berhasil direbut.

Dua TNI Gondrong Saling Tatap dengan Anggota Fretelin dan Terjadi Hal Mengerikan Ini

Melihat penampilan seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), terbayang dibenak sosok tegap, berambut cepak dan gagah berani.

Terlebih bila anggota TNI tersebut merupakan satuan pasukan khusus yang sering turun ke misi-misi berbahaya dan rahasia.

Saking rahasianya, penampilan yang identik dengan seorang tentara pun terkadang berubah menjadi sosok lain yang sulit untuk dikenali.

Sehingga penampilan mereka pun bervariasi, dengan rambut gondrong dan pakaian seadanya, terkadang membuat orang awam susah membedakannya dengan anggota pemberontak bila terjadi sebuah konflik.

Semisalnya saat konflik lepasnya Timor Timur (Timor Leste) dari tangan Indonesia.

Anggota TNI Gondrong dengan Anggota Fretelin
Anggota TNI Gondrong dengan Anggota Fretelin (Garda Nasional)

Pasukan pemberontak yang bernama Fretilin, sangat identik dengan rambut gondrong dan dan pakaian seadanya.

Hal itu pun dilakukan oleh pihak TNI demi mampu menyusup dan menyatu dalam badan pemberontak itu.

Seperti dikutip TribunJambi.com dari Garda Nasional, seorang Sersan Mayor bernama Mursihadi, seorang pensiunan TNI dari Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) Korem 074 Warasratama, Surakarta, mengalami kisah tersebut saat bertugas di Timor-Timur, pada awal Operasi Seroja, 1975.

Seperti kebanyakan anggota TNI lainnya, Mursihadi juga berambut gondrong.

Suatu hari dirinya mendapat tugas untuk mencari tambahan makanan.

Ia kemudian masuk hutan sekadar mencari dedaunan atau berburu binatang, untuk dapat diambil dagingnya.

Saat asik mencari dan berburu, tiba-tiba muncul seseorang berpenampilan serupa, gondrong dan menenteng senjata.

Sophia Latjuba Tetap Segar dan Cantik Meski Sudah Berumur, Mantan Ariel Bongkar Rahasia

Bocoran 2000 Artis Terlibat Prostitusi Online, Foto dan Video Terungkap Minta Perlindungan ke Sini

Viral Majikan Makan di Resto Mewah, TKW Ini Disuruh Ngesot, Singapura Malu dan Lakukan Ini

Begitu lama Mursihadi mengamati orang tersebut. Setelah sekian lama ia amati, dirinya baru tersadar bahwa ternyata orang tersebut bukanlah rekannya.

Seseorang dengan tampilan sama persis tersebut merupakan anggota Fretilin, yang diduga sedang mencari bahan makanan juga.

Dengan sigap, tak ingin ditembak duluan, Mursihadi kemudian berhasil menembak mati Si Fretilin gondrong dalam kontak tembak yang berlangsung singkat.

Tak ingin ditembak duluan, Mursihadi kemudian berhasil menembak mati Si Fretilin gondrong dalam kontak tembak yang berlangsung singkat
Tak ingin ditembak duluan, Mursihadi kemudian berhasil menembak mati Si Fretilin gondrong dalam kontak tembak yang berlangsung singkat (Garda Nasional)

Lain halnya jika anggota Fretilin yang berpenampilan gondrong menyamar sebagai prajurit TNI.

Hal tersebut dapat berakibat fatal. Seperti kasus penghadangan truk yang berisi polisi yang mengamankan Pemilihan Umum 1997 di daerah Sektor Timur.

Truk yang sedang melintasi perbukitan di Kecamatan Quelicai, tiba-tiba dihentikan seseorang yang berpakaian loreng TNI. Sopir yang terkejut langsung menginjak rem.

Mendadak orang yang disangka teman tersebut melemparkan granat, tepat di bagian bak truk yang berisi pasukan serta persediaan bensin.

Akibatnya truk meledak hebat, kobaran api segera melahap truk seisinya.

Selain truk terbakar dan hancur sangat parah, seluruh penumpangnya juga tewas terpanggang.

Karena itu dikemudian hari muncul anjuran, agar tiap anggota TNI harus selalu merapikan penampilan.

Karena perbedaan yang terlalu tipis antara anggota Fretilin dan anggota TNI dapat berakibat fatal.

Sumber : ‘Infanteri : The Backbone of the Army’. Priyono. MataPadi PressIndo

IKUTI FANSPAGE TRIBUN JAMBI DI FACEBOOK:

NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved