Densus 88 Tangkap & Geledah Rumah Terduga Teroris, Ketua RT Ungkap Keseharian SR

Selain melakukan penangkapan, Densus 88 juga melakukan olah TKP di rumah kontrakan SR sekitar pukul 19.00 WIB. Dari olah TKP tersebut, petugas

Densus 88 Tangkap & Geledah Rumah Terduga Teroris, Ketua RT Ungkap Keseharian SR
KOMPAS.com/Idon Tanjung
Ilustrasi Densus 88 

Sebelumnya, petugas juga mengamankan sepeda motor yang dikendarai oleh SR saat ditangkap.

Motor tersebut saat ini dibawa ke kantor Polsek Mojolaban, Sukoharjo.

"Saat penangkapan, polisi membawa motor SR, motornya Honda bebek, yang dibawa ke Polsek Mojolaban," jelasnya.

SR ditangkap sekitar pukul 13.15 WIB, di Jalan Tanggul di kawasan Desa Laban, Mojolaban, Sukoharjo saat hendak pergi ke rumah orang tuanya.

Diduga SR terlibat dalam jaringan terorisme.

Baca: Istrinya Jualan Kue Kering Demi Tutupi Kebutuhan Hidup, Zul Zivilia Sampai Menangis dalam Penjara

Baca: Blak-blakan, Jansen Sitindaon Mengaku Dibenci Warga di Kampung Halamannya setelah Dukung Prabowo

Namun belum diketahui, apakah penangkapan SR ada kaitannya dengan bom yang meledak di Kartasura beberapa waktu lalu.

Kesehariannya, SR berjualan sandal dan pakaian di Pasar Klithikan, Solo.

"Kalau siang, biasanya bekerja di tempat sablon," kata Supardi.

Supardi tidak menduga warganya menjadi terduga teroris.

Meski demikian, ia mengakui ada perubahan perilaku SR sejak lima tahun terakhir.

"SR orangnya pendiam, akhir-akhir ini punya banyak temen Kenteng, lima tahun terakhir ini," jelasnya.

Dia menambahkan, SR masih saling menyapa dengan tetangganya sebelum ditangkap.

"Sebelum salat zuhur dia momong anaknya di depan rumahnya, tapi dasarnya pak SR orangnya pendiam," terangnya.

Usai penangkapan, SR dibawa ke Polsek Mojolaban, dan seterusnya dibawa ke Semarang. (Tribun Solo/Agil Tri)

Editor: suci
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved