Pilpres 2019

PAN & Demokrat Dianggap Berkhianat Karena Beralih dari Prabowo ke Jokowi, Ini Tanggapan Partai PDI

PAN & Demokrat Dianggap Berkhianat Karena Beralih dari Prabowo ke Jokowi, Ini Tanggapan Partai PDI

PAN & Demokrat Dianggap Berkhianat Karena Beralih dari Prabowo ke Jokowi, Ini Tanggapan Partai PDI
Warta Kota/henry lopulalan
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudoyono (SBY) bersama Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. 

PAN & Demokrat Dianggap Berkhianat Karena Beralih dari Prabowo ke Jokowi, Ini Tanggapan Partai PDI

TRIBUNJAMBI.COM - Kabar lepasnya partai Demokrat dan PAN dari koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dianggap beberapa pihak melakukan pengkhianatan.

Wasekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ahmad Basarah menyatakan jika Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN)pindah koalisi dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ke Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin bukanlah suatu pengkhianatan.

Hal itu disampaikan Basarah kepada Kompas Malam, dikutip TribunWow.com, Minggu (9/6/2019).

Basarah menjelaskan bahwa sebelumnya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, Demokrat, PAN, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mulanya berkoalisi dengan Prabowo-Hatta Rajasa.

Baca: Petinggi KKB dengan 3 Rekannya Menyerah ke TNI, Ngaku Menyesal Setelah Lihat Perlakuan TNI di Papua

Baca: LUNA Maya Tepergok Jalan Bareng dengan Faisal Nasimuddin Liburan ke Bali, Luna Sebut Sebatas Teman

Baca: Terbongkar, Demokrat Sempat Sarankan Prabowo agar Tak Bersama Sandiaga, Ini Kata Jansen Sitindaon

Baca: DEMOKRAT: Kalau Pak Prabowo Benar Kalah Tidak Usah Datang ke Mahkamah Konstitusi

Namun setelah pilpres selesai digelar, dijelaskannya bahwa ketiga partai tersebut memilih pindah koalisi ke kubu pemenang Pilpres 2014 yakni Jokowi-Jusuf Kalla.

"Kita sama-sama tahu Pemilu Presiden 2014 Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendukung Pak Prabowo dan Pak Hatta Rajasa," ujar Basarah.

"Tapi pemilu presiden selesai, maka koalisi merah putih kemudian qoute unqote 'relatif bubar' karena kemudian Partai Golkar, PAN, PPP bergabung ke Jokowi-Jusuf Kalla."

"Jadi presiden politiknya itu sudah ada," sambungnya.

Baca: KEHIDUPAN Komedian Doyok Bikin Pangling, Disebut Tinggal di Amerika: Pelesiran Pesawat Pribadi

Baca: KISAH Pilot AURI Gagal Bunuh Soekarno, MIG-17 Kehabisan Bahan Bakar: KSAU Mengundurkan Diri

Basarah kemudian menyatakan jika pada akhirnya Demokrat, PAN, atau pun partai politik lainnya ingin berpindah koalisi dengan kubunya, maka hal itu dinilai lumrah.

Bahkan ia menegaskan kalau ada partai koalisi kubu 02 yang keluar dari kubu Prabowo-Sandi, bukanlah suatu bentuk pengkhianatan.

"Oleh karena itu menurut saya, kalau pada akhirnya Partai Demokrat, PAN, atau partai-partai politik lainnya tidak bergabung dalam koalisi politik Prabowo-Sandiaga Uno, itu bukan sesuatu hal yang dapat dikatakan suatu pengkhianatan," tegas Basarah.

"Karena sistem politik kita menyebut bahwa koalisi itu dalam Undang Undang Dasar kita adalah koalisi presiden," tandasnya.

Halaman
12
Editor: ekoprasetyo
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved