Pembenahan Aset Kota Jambi Terhambat Sertifikat, Dewan Akan Panggil BPN

Pemerintah Kota Jambi terus melakukan pembenahan terhadap aset-aset yang dimiliki. Baik aset bergerak maupun yang tidak bergerak.

Pembenahan Aset Kota Jambi Terhambat Sertifikat, Dewan Akan Panggil BPN
Tribunjambi/Rohmayana
Rapat paripurna DPRD Kota Jambi, Selasa (23/4). 

Pembenahan Aset Kota Jambi Terhambat Serfikat, Dewan Akan Panggil BPN

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Pemerintah Kota Jambi terus melakukan pembenahan terhadap aset-aset yang dimiliki. Baik aset bergerak maupun yang tidak bergerak. Hanya saja ada beberapa kendala yang dihadapi oleh Pemkot Jambi terhadap pembenahan aset.

M. Fauzi, Wakil Ketua DPRD Kota Jambi mengatakan, saat ini pengelolaan aset oleh Pemkot Jambi sudah semakin membaik. Hanya saja menurutnya, ada beberapa hal yang menjadi penghambat pembenahan aset Kota Jambi menjadi kurang maksimal. Salah satunya sertifikat yang belum diterbitkan oleh BPN. Sebab ada beberapa aset tanah milik Kota Jambi yang belum diterbitkan sertifikatnya.

"Untuk permasalahan aset kota sebenarnya sudah semakin membaik karena terus dibenahi setiap tahunnya. Hanya saja salah satu hambatannya ada di BPN dalam menerbitan sertifikat," bebernya.

Untuk itu menurut Fauzi, dalam waktu dekat, DPRD Kota Jambi akan memanggil pihak BPN untuk mempertanyakan permasalahan yang ada.

Baca: Sejarah Panjang Pawai Topeng Desa Muaro Jambi, Tradisi Tua Saat Lebaran Idul Fitri

Baca: Pawai Topeng, Tradisi di Muaro Jambi Rayakan Lebaran Idul Fitri

Baca: Aneka Seafood dalam Paket Ngariung di Infinity Hotel, Momen Lebaran Jadi Lebih Nikmat

Baca: Ayam Lilit Keju, Sajian Nikmat Infinity Hotel Jambi yang Menggugah Selera

Baca: Komunitas Zealous Generation, Selalu Action Tanpa Kebanyakan Mikir

"Jadi kita akan panggil BPN dan akan duduk bersama. Sehingga kita bisa mencari jalan keluarnya. Apa masalahnya dan bagaimana solusinya," katanya.

Sementara itu Wali Kota Jambi Syarif Fasha menambahkan bahwa hingga saat ini untuk pengelolaan dan pendataan aset di Kota Jambi juga semakin membaik. Bahkan menurutnya khusus untuk aset tanah persil, Pemkot Jambi sudah membentuk tim terpadu bersama BPN untuk membuat sertifikat. Sehingga bisa menjadi produk hukum yang tetap.

"Kalau untuk aset tanah ini, kita sudah membentuk tim terpadu bersama BPN. Bagaimana nantinya tanah-tanah persil itu bisa dibuatkan sertifikatnya. Sehingga bisa menjadi produk hukum yang tetap. Sehingga aset yang kita miliki ada ketetapan hukumnya," pungkasnya.

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved