Karcis Masuk Objek Wisata di Kerinci Naik 5 Kali Lipat, Pengunjung Keluhkan Fasilitas Tak Terurus

Setiap libur lebaran pengunjung objek wisata yang dikelola Pemkab Kerinci selalu dikeluhkan.

Karcis Masuk Objek Wisata di Kerinci Naik 5 Kali Lipat, Pengunjung Keluhkan Fasilitas Tak Terurus
(Kerincitime.co.id)
Air Terjun Talang Temulun di Kerinci, Provinsi Jambi. 

Karcis Masuk Objek Wisata di Kerinci Naik 5 Kali Lipat, Pengunjung Keluhkan Fasilitas Tak Terurus

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Setiap libur lebaran pengunjung objek wisata yang dikelola Pemkab Kerinci selalu dikeluhkan. Terutama mahalnya karcis masuk dan parkir yang melebihi aturan perda.

Adalah objek wisata Danau Kerinci, Air Terjun Telun Berasap, Aroma Pecco Kayu Aro dan Air Panas Semurup. Bahkan di Danau Kerinci, warga yang hanya ingin melintas di ruas jalan tepatnya di sekitaran Danau Kerinci juga dimintai uang.

Karcis masuk hingga parkir pun bisa naik 5 kali lipat dari karcis yang telah ditetapkan Pemerintah Dearah yakni anak-anak Rp 2 ribu dan Dewasa Rp 4 ribu. Spanduk yang telah dipasang oleh Pemerintah Daerah di setiap objek wisata Kerinci terkait perda karcis masuk dan parkir, tidak diindahkan.

Modus yang dilakukan selain menjual karcis sesuai Perda hanya Rp 4 ribu bagi orang dewasa, penjaga juga menjual karcis yang disiapkan Panpel, dengan tarif Rp 6 ribu per orang dengan bertuliskan untuk hiburan di Danau Kerinci yakni artis ibu Kota Padang dan diiringi band papan atas kota Padang.

Baca: Jangan Buat Takut, Begini Cara Bangun Mental si Kecil

Baca: Orang Tua Perlu Tahu, Ini yang Harus Dilakukan untuk Stimulasi Kecerdasan Interpersonal Anak

Baca: Pembenahan Aset Kota Jambi Terhambat Serfikat, Dewan Akan Panggil BPN

Baca: Sejarah Panjang Pawai Topeng Desa Muaro Jambi, Tradisi Tua Saat Lebaran Idul Fitri

"Meskipun demikian, kami tetap diminta Rp 10 ribu per orang, belum lagi parkir, ini berarti pungli," ujar salah seorang pengunjung objek wisata Danau Kerinci.

Yang lebih parahnya lagi, pengendara yang cuma ingin lewat dari arah Tanjung Batu menuju Sanggaran Agung begitu juga sebaliknya, tetap dimintai karcis.

"Untuk apa pemerintah membuat tempat loket karcis di gerbang Dermaga, jika pungutan karcis diambil 500 meter dari tempat objek wisata. Padahal masyarakat hanya lewat saja, dan tak ada niat untuk masuk objek wisata," keluhnya.

Sama halnya di objek wisata Air Terjun Telun Berasap Kayu Aro, anak-anak dimintai karcis masuk Rp 10 ribu, dan dewasa Rp 15 ribu per orang. Sementara parkir mobil Rp 15 ribu.

"Tiap tahun selalu begini, kami mau tidak mau harus bayar, karena mau bawa anak jalan-jalan," ungkap Apid, pengunjung air terjun Telun Berasap Kayu Aro.

Halaman
12
Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved