Bom Kartasura

Dibaiat Oleh Abu Bakar Al Baghdadi, RA Pelaku Bom Kartasura Ternyata Ajak Ayah Ibu Untuk Gabung ISIS

Pelaku pemboman di Tugu Kartasura Sukoharjo ternyata dibaiat langsung oleh Pimpinan ISIS, meski sempat diingatkan orangtua, namun tetap nekat

Dibaiat Oleh Abu Bakar Al Baghdadi, RA Pelaku Bom Kartasura Ternyata Ajak Ayah Ibu Untuk Gabung ISIS
TRIBUNSOLO
Foto terduga pelaku usaha bom bunuh diri di Pos Pengamanan Kartasura, Rofik Asharudin. (Kanan) Foto saat Rofik tergeletak usai meledakkan diri 

Dibaiat Oleh Abu Bakar Al Baghdadi, RA Pelaku Bom Kartasura Ajak Ayah Ibu Gabung ISIS

TRIBUNJAMBI.COM - Pelaku pemboman di Tugu Kartasura Sukoharjo ternyata dibaiat langsung oleh Pimpinan ISIS, meski sempat diingatkan orangtua, namun tetap nekat melakukan pengeboman.

Usaha bom bunuh diri yang dilakukan Rofik Asharudin gagal, pasalnya ledakan yang dilakukan di depan pos pengamanan polisi tersebut tak membuahkan hasil, bahkan RA luka parah.

Mabes Polri mengungkap jika RA (22) pelaku bom bunuh diri di Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, sempat berkomunikasi dengan pimpinan ISIS melalui Facebook (FB).

"Iya, (berkomunikasi dengan pimpinan ISIS melalui FB, dari hasil pemeriksaan sementara, kemudian hasil keterangan orang tuanya. Karena orang tuanya juga sempet diajak untuk backup ikut kepada jaringan ISIS," ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (7/6/2019).

Baca: Sesudah Jokowi dan Megawati Kapan AHY Silaturahmi ke Prabowo, Jansen Sitindaon: Prabowo Open House?

Baca: Kronologi Kerusuhan 87 Rumah Warga di Desa Gunung Jaya Dibakar, 700 Mengungsi, Kami Lari ke Hutan

Baca: Direktur BPN Prabowo-Sandi Pilih Naik Kereta Daripada Lewat Tol Trans Jawa, Ungkap Alasannya

Menurutnya, orangtua pelaku sempat diajak RA untuk mendukung suicide bomber, namun keduanya menolak permintaan sang anak.

Disinggung mengenai tidak adanya laporan dari orang tua terkait terpaparnya sang anak oleh paham radikal, mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu mengatakan karena orangtua yang bersangkutan tidak paham secara menyeluruh.

Orangtua RA, kata dia, belum yakin apakah RA benar-benar terpapar secara mendalam oleh suatu paham radikal yang dikembangkan oleh ISIS.

Sejumlah petugas bersiaga di sekitar lokasi dugaan bom bunuh diri di Pos Polisi Kartasura Polres Sukoharjo, tepatnya di Tugu Kartasura, Selasa (4/6/2019) dini hari
Sejumlah petugas bersiaga di sekitar lokasi dugaan bom bunuh diri di Pos Polisi Kartasura Polres Sukoharjo, tepatnya di Tugu Kartasura, Selasa (4/6/2019) dini hari (TRIBUN JATENG/DANIEL ARI PURNOMO)

"Namun orangtuanya sudah mengingatkan kepada anaknya untuk tidak usah mengikuti hal-hal yang sifatnya radikalnya terlalu ektrim, itu membahayakan," ucapnya.

"Karena memang tingkat pengetahuan yang bersangkutan (RA) terhadap pemahaman agama itu sangat kurang. Oleh karenanya sangat mudah terpapar oleh paham-paham radikal yang esktrim itu," imbuh Dedi.

Halaman
123
Editor: bandot
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved