Pilpres 2019

Nilai Referendum Sama dengan Makar, Mahfud MD: Melanggar Hukum-hukum tentang Kedaulatan

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, memberikan tanggapannya atas permintaan Aceh untuk mewacanakan referendum.

Nilai Referendum Sama dengan Makar, Mahfud MD: Melanggar Hukum-hukum tentang Kedaulatan
Instagram @mohmahfudmd
Aksi 22 Mei Rusuh, Siapa yang Bertanggung Jawab? Mahfud MD Sebut Bukan Prabowo dan Kubunya, Lantas Siapa? 

TRIBUNJAMBI.COM- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, memberikan tanggapannya atas permintaan Aceh untuk mewacanakan referendum.

Diberitakan TribunWow.com, hal tersebut disampaikan Mahfud MD melalui sambungan telepon di acara Editorial Media Indonesia seperti tampak dalam saluran YouTube metrotvnews, Senin (3/6/2019).

Dalam pemaparannya, awalnya Mahfud MD menegaskan bahwa di Indonesia sudah tidak ada lagi ketentuan hukum yang memperbolehkan adanya referendum, terlebih untuk menentukan status hubungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Baca: Jadwal dan Hasil Undian Australian Open 2019, Jonatan Christie dan Anthony Ginting Siap Beraksi

"Peraturan soal itu sudah dicabut saat masa reformasi. Untuk itu sekarang ini tidak ada jalan hukum yang bisa melaksanakan, meminta pelaksanaan referendum," tegas Mahfud MD.

Mahfud MD lantas menilai pemerintah perlu untuk berlaku tegas.

"Saya kira pemerintah harus tegas bahwa itu tidak ada referendum itu," papar Mahfud MD.

Mahfud MD lantas ditanya soal apakah mengajukan referendum itu sama dengan makar, karena merupakan upaya memisahkan diri dari NKRI.

Menanggapi itu, Mahfud membenarkan.

Baca: Minuman Ini Ternyata Jadi Rahasia Yuni Shara Agar Awet Muda, Padahal Sudah Kepala 4 Tetap Menawan

"Ya intinya begitu. Kalau referendum, untuk menentukan nasib sendiri ya itu artinya sudah di luar dari koridor konstitusi, sudah melanggar hukum-hukum tentang kedaulatan kita. Hukum keamanan dan pertahanan kita," jelas Mahfud MD.

"Oleh sebab itu harus di jaga dengan sebaik-baiknya, tetapi karena ini terkait dengan soal politik yang sifatnya situasional, menurut saya perlu dilakukan pendekatan-pendekatan atau dialog-dialog yang lebih persuasif tanpa mengurangi sikap tegas kita bahwa wilayah Republik Indonesia sekarang ini sudah batas yang tidak bisa diutak-atik lagi dengan cara apapun," imbuh dia.

Baca: Tingkah Gisella Anastasia Makin Berani, Lakukan Hal Ini Didepan Wijin dengan Pakaian Bikin Salfok

Halaman
12
Editor: andika arnoldy
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved