KISAH Kematian di Puncak Himalaya, 2 Tahun Renggut 35 Pendaki: Jon Kedrowski 'Cuaca Bisa Brutal'

TRIBUNJAMBI.COM - Bahaya sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari pendakian di puncak tertinggi dunia,

KISAH Kematian di Puncak Himalaya, 2 Tahun Renggut 35 Pendaki: Jon Kedrowski 'Cuaca Bisa Brutal'
surya/rtr
Everest 

TRIBUNJAMBI.COM - Bahaya sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari pendakian di puncak tertinggi dunia, Gunung Everest.

Sejarah mencatat, longsoran di lokasi itu telah menewaskan 35 pendaki dalam dua tahun terakhir. Angka itu termasuk 16 kematian dalam satu hari yang terjadi di tahun 2014.

Selanjutnya, sejak tahun 1900, seridaknya ada satu pendaki yang tewas setiap tahunnya. Dan sekarang, di tahun 2016, Everest telah menelan korban pertamanya.

Baca: Fasilitasi Pelanggan di Sumatera Mudik Lebaran XL Axiata Hadirkan Posko Mudik dan Perkuat Jaringan

Sejak Kamis lalu, ada empat orang yang tewas di puncak dengan ketinggian 8.848 meter itu, termasuk seorang sherpa.

Sherpa adalah sebutan untuk pekerjaan warga kaki pegunungan himalaya, Nepal. Tugas mereka adalah sebagai pengangkat beban bagi para pendaki. Saat ini, tim penyelamat masih mengupayakan penyelamatan terhadap dua pendaki yang dilaporkan hilang.

"Gunung Everest adalah lokasi yang ekstrem," kata Jon Kedrowski. Jon Kedrowsk adalah ahli geografi yang juga pendaki. Dia telah mencapai puncak Everest pada tahun 2012, ketika ada 10 orang yang tewas.

Baca: Jadwal dan Lokasi Shalat Id, Open House Idul Fitri 1 Syawal 1440 H Bupati dan Wabup Bungo

"Dalam ketinggian, tubuh pendaki dapat memburuk di tingkat tertentu," kata dia.

Kematian terakhir datang begitu cepat, seolah menular dari satu pendaki kepada pendaki lainnya.

Musim pendakian April dan Mei adalah waktu di mana paling banyak pendaki yang mencoba mencapai puncak Everest.

Di bulan-bulan itu, diketahui minim angin. Namun demikian, kondisi cuaca bisa berubah menjadi brutal seketika.

Baca: Gerindra Raih Kursi Ketua dan Unsur Pimpinan di 3 Kabupaten/Kota dan DPRD Provinsi, Ini Komentar SAH

Halaman
1234
Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved