Ani Yudhoyono Meninggal Dunia

Peran Penting Ani Yudhoyono Bagi SBY, Selain Jadi Istri, Juga Sosok Peredam Turbulensi di Demokrat

Peran Penting Ani Yudhoyono Bagi SBY, Selain Jadi Istri, Juga Sosok Peredam Turbulensi di Demokrat

Peran Penting Ani Yudhoyono Bagi SBY, Selain Jadi Istri, Juga Sosok Peredam Turbulensi di Demokrat
Instagram @aniyudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ani Yudhoyono 

Peran Penting Ani Yudhoyono Bagi SBY, Selain Jadi Istri, Juga Sosok Peredam Turbulensi di Demokrat

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Kepergian Ani Yudhoyono, istri dari Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, sungguh mengejutkan banyak pihak.

Sosok Ibu Negara ke-6 Kristiani Herawati atau dikenal dengan Ani Yudhoyono, memberi macam-macam kesan di mata para elite politik dan tokoh nasional.

Menurut mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang ( TGB), yang juga pernah menjadi politisi Partai Demokrat, Ani kerap menjadi penengah atau jembatan di antara kubu-kubu politik yang berseberangan.

Ia menuturkan, banyak konflik dan dinamika yang terjadi di internal partai mampu diredam dengan masukan dari Ani sebagai penengah.

Baca: Alasan Antar Teman Perempuan, Terdakwa Tega Jual Motor Temannya ke Bayung Lincir, Sumatera Selatan

Baca: Besok, Senin 3 Juni, Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentu Idul Fitri, Ini Daftar Lokasi Pantauan Hilal

Baca: Tidak Ada Libur Tambahan, Hari Pertama Disdikbud dan Bupati akan Sidak ke Sekolah

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming Kompas TV, Mengenang dengan Cinta Ibu Ani Yudhoyono

Baca: Terdakwa Pinjam Motor Teman Anaknya, Motor Malah Dijual Rp3,5 Juta

Ani Yudhoyono Akan Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Minggu (2/6) Pukul 14.00 WIB
Ani Yudhoyono Akan Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Minggu (2/6) Pukul 14.00 WIB (instagram)
TGB mengingat peran Ani dalam meredam dinamika yang sempat muncul di internal partai saat TGB, yang saat itu anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, memutuskan mendukung Calon Presiden Joko Widodo di Pemilu 2019, sementara Partai Demokrat mendukung Prabowo Subianto. Saat itu, TGB akhirnya memutuskan untuk keluar dari partai.

Baca: Mahfud MD Merasa Hatinya Berdetak saat Lihat Ani Yudhoyono Tampak Sehat, Namun Setelahnya Kabar Duka

Baca: Usman Halik, Caleg Terpilih DPRD Muarojambi Ancam Laporkan Sekretaris dan Ketua DPC PDIP Muarojambi

Baca: Maruarar Siahaan Bicarakan Kemungkinan Kecurangan TSM Bisa Dibuktikan Kubu Prabowo-Sandi di MK

Baca: Peringati Hari Kelahiran Pancasila, Rektor UIN STS Jambi Pimpin Upacara

Baca: Prabowo akan Bertemu SBY Hari Senin, Ini Alasannya Tidak Bisa Melayat ke Pemakaman Ani Yudhoyono

"Banyak hal yang sudah dilewati partai. Banyak turbulensi di internal Demokrat yang mampu diredam dengan sosok beliau," kata TGB.

"Kehadirannya tidak hanya menenangkan secara psikologis, tapi ia juga menjadi katalisator, mampu memberi pandangan dan masukan yang baik di antara kubu-kubu yang berseberangan," ujarnya.

Budayawan Jaya Suprana, yang juga hadir melayat Ani Yudhoyono, mengatakan hal serupa. Menurut Jaya, Ani adalah sosok yang sangat peduli dalam kegiayan kemanusiaan dan kebudayaan.

Untuk itu, wafatnya Ani Yudhoyono adalah sebuah panggilan atau wake-up call, yang membangunkan bangsa Indonesia untuk tetap menjaga persatuan dan persaudaraan.

"Insya Allah wafatnya beliau itu adalah wake-up call, membangunkan kita dari tidur kita yang sebenarnya yang sangat menyedihkan, yaitu marilah kita berhenti saling membenci," kata Jaya.

Jaya mengungkapkan bahwa ia dan keluarganya secara pribadi merasa terpukul dan kehilangan atas meninggalnya Ani Yudhoyono. "Kami sangat berutang budi kepada beliau karena beliau sangat peduli dengan kemanusiaan dan budaya," kata Jaya.

SBY berikan kecupan untuk Ani Yudhoyono
SBY berikan kecupan untuk Ani Yudhoyono (Instagram Ani Yudhoyono)
Halaman
12
Editor: ekoprasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved