Sedang hubungan Intim Tiba-tiba Muncul Penanda Imsak, Ini yang Harus Segera Dilakukan!

Bagi pasangan suami istri aktifitas hubungan intim boleh dilakukan pada malam hari selama Ramadan.

Sedang hubungan Intim Tiba-tiba Muncul Penanda Imsak, Ini yang Harus Segera Dilakukan!
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Bagi pasangan suami istri aktifitas hubungan intim boleh dilakukan pada malam hari selama Ramadan.

Namun aktifitas hubungan intim tersebut apakah boleh dilanjutkan atau disudahi jika masuk waktu imsyak.

Simak penjelasannya dalam aktifitas berhubungan intim saat Ramadan.

 

Bagi kita yang telat bangun dianjurkan untuk tetap menyantap sahur meski waktu imsak telah masuk. 

Ia cukup menyantap sahur dengan tenang seperti biasa.

Baca: Benarkah Organ Intim Wanita Akan Kembali Perawan Jika Jarang Dipakai Berhubungan Intim?

Baca: Kesal Istri Tak Beri Jatah Hubungan Intim, Ayah Kandung Perkosa 2 Anak Gadis Sampai Hamil

Baca: Sewakan Kamar Rumah Rp 30 Ribu per Jam Untuk Pasangan Mesum, Pria di Surabaya Diciduk Polisi,

Tetapi ia harus menghentikan santapan dan mengeluarkan apa yang ada di mulutnya ketika masuk waktu subuh seperti keterangan Fathul Mu'in berikut ini.

 
 ولو طلع الفجر وفي فمه طعام فلفظه قبل أن ينزل منه شيء لجوفه صح صومه

Artinya, “Seandainya fajar terbit, sementara di mulut seseorang masih terdapat makanan, lalu ia mengeluarkannya sebelum masuk ke dalam rongga perutnya, maka puasanya sah,” (Lihat Syakh Zainuddin Al-Malibari, Fathul Mu‘in pada hamisy I‘anatut Thalibin, [Beirut, Darul Fikr: 2005 M/1425 H-1426 H], juz II, halaman 266).

Tetapi sesuatu dapat terjadi. Misalnya, orang yang terkejut masuknya waktu subuh lalu air atau makanan yang ada di mulutnya tertelan tanpa sengaja.

Baca: TRAGEDI MALAM PERTAMA - Kesucian Istri Direnggut Tetangga Saat Mati Lampu, Kaget Saat Terbangun!

Baca: TIPS JITU- Ingin Berhubungan Intim Tapi Takut Anak-anak Bangun, Coba Pakai Kocokan Telur!

Baca: 5 Cara Sederhana Mengetahui Apakah Ada Maling yang Datang ke Rumah Saat Ditinggal Mudik!

Kalau sesuatu tertelan tanpa sengaja di saat masuknya waktu subuh, maka puasanya tetap sah sebagaimana keterangan I‘anatut Thalibin berikut ini.

Halaman
123
Editor: heri prihartono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved