Banyak Penumpang Duduk di Bangku Cadangan, BPTD Jambi Peringatkan Sopir Jangan Sampai Over Kapasitas

Hingga H-6 Idul Fitri 1440 H, jumlah transportasi umum yang tercatat di Terminal Kota Lintas Muara Bungo semakin meningkat.

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Mareza
Jumlah bus di terminal Muara Bungo meningkat jelang Lebaran Idul Fitri. 

Jumlah Pemudik Bungo Meningkat Dekat Lebaran Idul Fitri, BPTD Jambi Peringatkan Sopir Jangan Sampai Over Kapasitas

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Hingga H-6 Idul Fitri 1440 H, jumlah transportasi umum yang tercatat di Terminal Kota Lintas Muara Bungo semakin meningkat.

Koordinator Lalu Lintas Terminal dari Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) V Provinsi Jambi, Sarjius mengatakan, peningkatan itu mulai terpantau sejak beberapa hari lalu.

"Peningkatan itu ada, kebanyakan yang ke Pulau Jawa. Tapi belum terlalu tampak," kata dia, Kamis (30/5/2019).

Katanya, pada hari biasa jumlah kendaraan yang tercatat di Terminal Kelas III itu ada sekitar 30 bus per hari. Namun, beberapa hari terakhir, mulai meningkat menjadi 40 hingga 50 bus per hari.

Sarjius mengatakan, pada arus mudik ini, kebanyakan bus singgah di Terminal Kota Lintas pada malam hari.
"Siang tetap ada, tapi kebanyakan malam. Mulai habis buka puasa itu, mulailah ramai," ujarnya.

Baca: Aktivitas Terminal Bus Sribulan Sarolangun Mulai Padat, Sehari 200 Bus dari Jawa Masuk Terminal

Baca: Hendak Mudik ke Tebo, Mahasiswa Unja Tewas Ditabrak Truk, Sopir Melarikan Diri

Baca: VIDEO: Dishub Provinsi Jambi Siagakan 656 Angkutan Mudik Jelang Hari Lebaran

Baca: H-6 Lebaran, Jumlah Penumpang di Pelabuhan Ampera Kuala Tungkal Melonjak, Ini Daerah Tujuannya

Baca: Jenazah Ahmad Musaki Disambut Tangis Keluarga, Bocah 11 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Batang Bungo

Dia memperkirakan, puncak arus mudik dimulai pada H-5 Idul Fitri dan mencapai titik puncak pada H-3 atau H-2.
Pada titik puncak nanti, dia menengarai jumlah bus yang melintas di sana sekitar 80-100 unit dalam sehari.
Sarjius mengatakan, pihaknya tetap melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan untuk melanjutkan perjalanan.

"Kami tetap, melakukan pemeriksaan surat-surat dan kelengkapan kendaraan, seperti lampu, ban, rem, dan kelengkapan lain. Jika tidak terpenuhi, terpaksa kami melakukan penilangan," katanya.

"Tapi untuk yang bisa diperbaiki, seperti lampu misalnya, itu kami suruh sopir perbaiki dulu, baru kami izinkan jalan," lanjutnya.

Pantauan Tribunjambi.com di beberapa bus, kursi di bus terisi penuh. Bahkan, sejumlah bus terpaksa menggunakan bangku serep.

"Mau tak maulah, harus ada bangku serep kita. Yang namanya bangku kurang," kata sopir bus.

Ali, penumpang yang duduk di bangku serep juga hanya bisa pasrah. Penumpang yang naik dari Duri dan akan turun di Cikampek ini mengaku memilih duduk di kursi serep daripada harus menunggu bus selanjutnya yang belum pasti.

"Ya, takutnya enggak dapat bus. Jadi ya, mending di bangku tempel dulu," katanya.

Menanggapi hal itu, pihak BPTD Jambi pun memberikan peringatan dan mengimbau agar bus tidak overkapasitas.

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved