Asusila

Pil KB di Dalam Pisang Mengungkap Hubungan Intim Ayah dan 2 Putri Kandung di Musirawas

Seorang ayah tega melakukan hubungan intim dengan 2 putrinya yang masih remaja, modusnya dengan ritual,

Pil KB di Dalam Pisang Mengungkap Hubungan Intim Ayah dan 2 Putri Kandung di Musirawas
ist
Selingkuhan Lagi Terbaring,Istri Pergoki Suami Berhubungan Intim dengan Tetangga di Belakang Sekolah 

TRIBUNJAMBI,COM - Seorang ayah tega melakukan hubungan intim dengan 2 putri kandung yang masih remaja.

Beralasan melakukan ritual mencari jodoh, seorang petani memaksa anak kandung melakukan hubungan intim.

Untuk mencegah kedua anaknya hamil, pria ini memasukkan pil KB ke pisang yang dimakan kedua anaknya. 

Peristiwa terjadi di Desa Rantau Ali, Kecamatan Suka Karya, Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan.

Baca: MUDIK LEBARAN 2019 - Benarkah Ibu Hamil Tak Diperkenankan Mudik Demi Janin di Kandungan?

Baca: Jadi Target Pembunuhan Kelompok Teroris, Moeldoko Mulai Dikawal Pasukan Kopassus, Simak Alasannya!

Pelaku bernama Ardiyanto (48) ditangkap petugas setelah kasus pemerkosaan itu dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat.

Kapolres Musirawas AKBP Suhendro mengatakan, dari hasil pemeriksaan, tersangka Ardiyanto mulanya mengimingi kedua putrinya inisial SS (17) dan MR (15) untuk mendapatkan seorang jodoh yang kaya raya dengan melakukan ritual.

SS dan MR pun akhirnya dibawa ke dalam kamar dengan hanya mengenakan handuk.

Di sana keduanya diberikan pisang dan sesuap nasi oleh pelaku.

Baca: Kakek 65 Tahun di Surabaya Cabuli Balita 5 Tahun, Berawal Dari Makan Bakso dan Ketahuan RABA-raba!

Baca: Wanita Asal Pasuruan Ditangkap Polisi Gara-gara Isi di Dalam Rok, Nekat Demi Uang Buat Lebaran!

"Pelaku ternyata memasukan pil KB di dalam pisang, sebelum menyetubuhi kedua korban," kata Ardiyanto saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (29/5/2019).

Suhendro menjelaskan, perbuatan yang dilakukan Ardiyanto sejak Agustus 2018 lalu tersebut terbongkar setelah pihak keluarga curiga setelah melihat adanya perubahan fisik dari kedua korban.

Halaman
12
Editor: heri prihartono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved