Aksi 22 Mei

Fadli Zon Mengaku Pernah Diancam Akan Dibunuh, Pernah Laporkan, Namun Sudah Dua Tahun Tak Diproses

Politisi Gerindra Fadli Zon juga mengaku dirinya sempat beberapa kali mendapat ancaman pembunuhan.

Fadli Zon Mengaku Pernah Diancam Akan Dibunuh, Pernah Laporkan, Namun Sudah Dua Tahun Tak Diproses
Instagram @fadlizon
Kubu 02 Menolak Hasil Pilpres Tapi Menerima Hasil Pileg 2019, Apa Sebabnya? Ini Kata Fadli Zon 

TRIBUNJAMBI.COM- Politisi Gerindra Fadli Zon juga mengaku dirinya sempat beberapa kali mendapat ancaman pembunuhan.

Namun, Wakil Ketua DPR itu menyesalkan polisi tidak melakukan proses hukum terhadap orang yang mengancamnya.

"Kalau saya memang pernah diancam, ada yang mengancam mau membunuh saya. Tapi orangnya enggak pernah diproses, enggak diapa-apain," kata Fadli Zon kepada Kompas.com, Selasa (28/5/2019).

Baca: BPN Ancam Laporkan Kelompok Aktivis 98, Tuduh Prabowo Dalang Kerusuhan 22 Mei

Baca: Siapa Dalang Percobaan Pembunuhan 4 Jendral? Moeldoko Sebut Pelaku Segera di-BAP

Baca: Keakraban Prabowo dan Luhut Sejak Tugas di Pasukan Siluman Satgultor 81 Kopassus, Atasan dan Bawahan

Fadli sudah melaporkan pemilik akun twitter @NathanSuwanto yang mengancam akan membunuhnya pada 2017 lalu.

Namun, laporan yang dilayangkan ke Badan Reserse Kriminal Polri itu sampai hari ini tidak jelas tindak lanjutnya.

Belakangan, politisi Partai Gerindra ini mengaku kembali mendapat ancaman pembunuhan dari akun twitter lainnya bernama Cindy.

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fadli Zon.
Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fadli Zon. (Chaerul Umam/Tribunnews.com)

Baca: Jaksa KPK Yakin dan Akan Buktikan Menag Terima Suap Rp 70 Juta pada Kasus Jual-Beli Jabatan

Baca: Keakraban Prabowo dan Luhut Sejak Tugas di Pasukan Siluman Satgultor 81 Kopassus, Atasan dan Bawahan

Namun, ia kali ini tak terlalu menghiraukan ancaman itu.

"Yang sudah dua tahun lalu saja enggak diapa-apain," kata dia.

Adapun cerita soal ancaman pembunuhan ini disampaikan Fadli menanggapi terungkapnya kelompok penumpang gelap aksi 22 Mei yang berencana membunuh empat pejabat negara.

Fadli mengatakan, sah-sah saja kepolisian menindak pelaku yang menarget nyawa para pejabat negara itu.

Halaman
12
Editor: andika arnoldy
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved