Berdalih Ritual Cari Jodoh & Masukkan Pil KB dalam Pisang, Petani di Sumsel Setubuhi Anak Kandung

Dari hasil pemeriksaan, tersangka Ardiyanto mulanya mengimingi kedua putrinya inisial SS (17) dan MR (15) untuk mendapatkan seorang jodoh yang kaya

Berdalih Ritual Cari Jodoh & Masukkan Pil KB dalam Pisang, Petani di Sumsel Setubuhi Anak Kandung
pixabay.com
Ilustrasi 

Berdalih Ritual Cari Jodoh & Masukkan Pil KB dalam Pisang, Petani di Sumsel Setubuhi Anak Kandung

TRIBUNJAMBI.COM - Perbuatan biadab dilakukan seorang ayah terhadap anak kandungnya sendiri.

Anak kandung yang harusnya dibesarkan dengan kasih sayang justru dihancurkan masa depannya

Seorang petani di Desa Rantau Ali, Kecamatan Suka Karya, Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan, tega memperkosa dua putri kandungnya sendiri dengan modus ritual mencari jodoh.

Baca: Siapa Winardi Yang Mengaku Sebagai Imam Mahdi? Inilah Sosok Pria Depok yang Punya 80 Murid Itu

Baca: BREAKING NEWS: Kivlan Zen Ditahan Atas Kepemilikan Senjata Api Ilegal, Kini Mendekam di Rutan Guntur

Baca: Kelompok Aktivis 98 Sebut Prabowo dan Fadli Zon Penyokong Dana Perusuh Aksi 22 Mei: Kami Laporkan

Pelaku bernama Ardiyanto (48) ditangkap petugas setelah kasus pemerkosaan itu dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat.

Kapolres Musirawas AKBP Suhendro mengatakan, dari hasil pemeriksaan, tersangka Ardiyanto mulanya mengimingi kedua putrinya inisial SS (17) dan MR (15) untuk mendapatkan seorang jodoh yang kaya raya dengan melakukan ritual.

SS dan MR pun akhirnya dibawa ke dalam kamar dengan hanya mengenakan handuk, di sana keduanya diberikan pisang dan sesuap nasi oleh pelaku.

"Pelaku ternyata memasukan pil KB di dalam pisang, sebelum menyetubuhi kedua korban," kata Ardiyanto saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (29/5/2019).

Suhendro menjelaskan, perbuatan yang dilakukan Ardiyanto sejak Agustus 2018 lalu tersebut terbongkar setelah pihak keluarga curiga setelah melihat adanya perubahan fisik dari kedua korban.

Baca: Buah yang Dipanen Thanos dalam Avangers: Endgame Ternyata Ada di Dunia Nyata, Begini Bentuknya

Setelah itu, mereka mengaku kerap disetubuhi tersangka dengan alasan melakukan ritual mencari jodoh.

"Kedua korban adalah anak kandung pelaku. Semuanya masih di bawah umur. Mereka digilir secara bergantian oleh pelaku. Modusnya ritual untuk mendapatkan jodoh," ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 76 huruf E Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak Jo pasal 287 KUHPidana dengan ancaman diatas 10 tahun penjara.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Editor: suci
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved