Berita Kriminal Jambi

Jaksa Belum Siap, Sidang Tuntutan Dugaan Korupsi Fee Panen Akasia PT WKS, Ditunda

Jaksa Belum Siap, Sidang Tuntutan Dugaan Korupsi Fee Panen Akasia PT WKS, Ditunda

Jaksa Belum Siap, Sidang Tuntutan Dugaan Korupsi Fee Panen Akasia PT WKS, Ditunda
http://lampost.co/
ilustrasi 

Jaksa Belum Siap, Sidang Tuntutan Dugaan Korupsi Fee Panen Akasia PT WKS, Ditunda

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sidang dugaan korupsi fee panen akasia WKS, dengan agenda pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum (JPU) di Pengadilan Tipikor Jambi, ditunda.

"Sidang ditunda mengingat jaksa menangani tiga terdakwa sekaligus," kata Dedy Muchti Nugroho, Ketua majelis hakim, Senin (27/5/2019).

Dedy mengatakan, pada terdakwa jika ingin mengembalikan kerugian negara bisa dilakukan. Namun, dilakukan sebelum jaksa mebacakan tuntutan guna meringankan hukuman.

Baca: Mengerikan, Karyawan Perusahaan Tewas Diterkam  Harimau saat Panen Akasia

Baca: Terdakwa OTT CPNS Muarojambi, M Yusuf, Hadapi Tuntutan Jaksa

Baca: H-7 Lonjakan Penumpang Angkutan Darat dan Laut di Kuala Tungkal Belum Tampak Signifikan

Sidang ditunda dan digelar pada Senin (19/6/2019) mendatang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Batanghari.

Sebelumnya diketahui terdakwa menyalahgunakan uang fee Desa Rantau Kapas Tuo yang berasal dari hasil pemanenan kayu Akasi Mangium pada tanah milik Desa Rantau kapas Tuo berdasarkan kerja sama dengan pola kemitraan dengan PT. WKS Jambi.

Baca: Ini Alasan Jaksa Tuntut Hukuman Mati Untuk Haris Simamora Terdakwa Pembunuh Sadis di Bekasi

Baca: Syahrini Jualan Mukena Rp 3,5 Juta dan Laku Keras, Ditjen Pajak Singgung PPN Rp 1,7 M Sindiran?

Baca: Sempat Selfie di Ruang Sidang Bareng Vanessa Angel, 3 Mucikari Menangis Bahagia Dengar Vonis Hakim

Hal ini bertentangan dengan Pasal 91 Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 2014 Tentang Peraturan Pelaksana Undang Undang Nomor 06 tahun 2014 tentang Desa yang menyatakan bahwa seluruh pendapatan Desa diterima dan disalurkan melalui Rekening Kas Desa dan penggunaannya ditetapkan dalam APB Desa.

Terdakwa didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp 280.371.000 ( dua ratus delapan puluh juta tiga ratus tujuh puluh satu ribu rupiah) atau setidak-tidaknya sekitar jumlah tersebut sebagaimana hasil perhitungan kerugian keuangan negara yang dilakukan oleh ahli dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Provinsi Jambi Nomor SR-308/PW05/5/2016.

Tiga orang terdakwa ini adalah Yulsyafridanus senior manejer di Departemen Hutan Tanaman Rakyat PT WKS, serta Hardiana dan Junaidi selaku senior staf.

Jaksa Belum Siap, Sidang Tuntutan Dugaan Korupsi Fee Panen Akasia PT WKS, Ditunda (Jaka HB/Tribun Jambi)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved