Berita Tanjab Timur

Abrasi Ancam Pemukiman Warga Desa Kuala Simbur, Tanjabtim, Belasan Rumah Sudah Hancur

Abrasi terus terjadi di Desa Kuala Simbur Kecamatan Sabak Timur yang secara tidak langsung mengancam keberadaan rumah warga

Abrasi Ancam Pemukiman Warga Desa Kuala Simbur, Tanjabtim, Belasan Rumah Sudah Hancur
TRIBUNJAMBI/ABDULLAH USMAN
Rumah warga di Kuala Simbur, Sabak timur yang terancam terkena abrasi air laut 

Abrasi Ancam Pemukiman Warga Desa Kuala Simbur, Tanjabtim, Belasan Rumah Sudah Hancur 

TRIBUNJAMBI.COM - Abrasi terus terjadi di Desa Kuala Simbur Kecamatan Sabak Timur yang secara tidak langsung mengancam keberadaan rumah warga yang didominasi kawasan pesisir.

Hampir setiap tahun pemukiman penduduk menjadi korban akibat abrasi air laut yang kian mengganas salah satunya di wilayah Desa Kuala Simbur.

Kondisi Pantai Kuala Simbur yang semakin memprihatinkan tersebut akibat abrasi yang perlahan mengikis Pantai Kuala Simbur dan mengancam pemukiman warga setempat.

Hal ini terjadi pasalnya jarak antara pemukiman warga dan bibir sungai hanya tinggal beberapa meter saja.

Kondisi abrasi ini telah terjadi selama bertahun-tahun dan telah mengikis puluhan meter daratan pantai Kuala Simbur.

Asnusi (60) warga sekitar mengatakan, abrasi yang terjadi di desanya tersebut telah menghilangkan sebagian wilayah Kuala Simbur, dalam setiap tahun terakhir hampir 10 meter wilayah pantai di Kecamatan Muara Sabak timur tersebut tergerus akibat abrasi.

Warga sekitar mengaku pasrah dengan kondisi ini mereka mengaku tidak dapat berbuat banyak menghadapi abrasi yang kian hari semakin mengancam kehidupan warga.

Masyarakat Kuala Simbur juga merasa khawatir jika kondisi abrasi terus seperti ini menyebabkan rumah dan tanah mereka bisa terancam hilang.

“Ketakutan warga tidak lain lambat laun rumah mereka terancam akan tergerus, karena hampir setiap tahunnya pergerakan tanah yang terkikis terus terjadi,” jelasnya

Kepala Desa Kuala simbur, Juhaifah mengungkapkan saat ini beberapa rumah warga dalam ancaman abrasi air laut sebagian tiang dan dinding rumah warga mulai roboh dan tidak mempunyai kekuatan.

“Bagaimana tidak pasalnya setiap hari dihantam gelombang air laut, kondisi seperti ini telah berlangsung cukup lama dan setiap tahunnya belasan rumah hancur akibat abrasi,” ujarnya

Dirinya berharap pemerintah daerah segera memberi solusi untuk mengatasi abrasi yang kian mengancam kehidupan warga pesisir pantai kuala simbur.

Pihaknya sangat berharap pemerintah segera membangunkan pemecah ombak sepanjang bibir pantai kuala simbur untuk menghalangi gelombang laut.

Baca: BLAK-Blakan Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Ungkap Dalang Aksi 22 Mei 2019

Baca: Kubu Prabowo-Sandi Bakal Jadi Bulan-bulanan di Persidangan Jika Gunakan Ini Untuk Bukti Kecurangan

Baca: Kabar Terkini Istri Henky Kurniawan Setelah Jadi Pejabat, Tak Malu Makan di Pinggir Jalan

Baca: BEGINI Penampakan Rumah Mewah Muzdalifah Berlapis Emas, Dijual 32 Miliar, Sosok Ini Angkat Bicara

Penulis: Abdullah Usman
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved