Breaking News:

Sedang Hubungan Intim Tiba-tiba Masuk Waktu Imsyak, Bolehkah Diteruskan Atau Disudahi?

Bagi pasangan suami istri aktifitas hubungan intim boleh dilakukan pada malam hari selama Ramadan.

Goo
Ilustrasi 

فقوله باختياره) يقتضي أنه إذا سبق إلى جوفه لا يفطر لأنه بغير اختياره

Artinya, “(Dengan sengaja atau pilihan sadarnya) hal ini meniscayakan bila sesuatu tertelan tanpa sengaja ke dalam perutnya, maka puasanya tidak batal karena air atau makanan (asap rokok misalnya),” (Lihat Syakh Bakri Dimyathi Syatha, I‘anatut Thalibin, [Beirut, Darul Fikr: 2005 M/1425 H-1426 H], juz II, halaman 266).

Hal ini berlaku juga bagi mereka sedang berjimak lalu masuk waktu imsak, aktivitas bisa dilanjutkan.

Tetapi ketika berhubungan suami istri kemudian mauk waktu subuh, maka yang bersangkutan wajib menghentikannya.

Orang ini harus menghentikan aktivitas hubungan seksual dengan cara mencabut penisnya kemaluan pasangan.

Hal ini dimaksudkan agar puasanya tetap sah.

وكذا لو كان مجامعا عند ابتداء طلوع الفجر فنزع في الحال أي عقب طلوعه فلا يفطر وإن أنزل لأن النزع ترك للجماع

Artinya, “Sama halnya (tetap sah puasa) saat seseorang sedang berjimak lalu tiba waktu terbit fajar, kemudian ia mencabutnya seketika maksudnya setelah fajar terbit, maka puasanya tidak batal sekalipun ia mengalami ejakulasi. Pasalnya, pencabutan penis itu sama dengan meninggalkan jimak,” (Lihat Syakh Zainuddin Al-Malibari, Fathul Mu‘in pada hamisy I‘anatut Thalibin, [Beirut, Darul Fikr: 2005 M/1425 H-1426 H], juz II, halaman 266).

I‘anatut Thalibin mensyaratkan pencabutan kemaluannya itu harus berdasarkan niat untuk mencabutnya.

Kalau seseorang tetap melanjutkan aktivitas seksualnya sementara waktu fajar telah tiba, maka puasanya batal.

Halaman
123
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved