Karhutla

Masuk Musim Kemarau, Sejumlah Pihak Gelar Rapat Koordinasi Terkait Pencegahan Karhutla

Masuk Musim Kemarau, Sejumlah Pihak Gelar Rapat Koordinasi Terkait Pencegahan Karhutla

Masuk Musim Kemarau, Sejumlah Pihak Gelar Rapat Koordinasi Terkait Pencegahan Karhutla
Tribun Jambi/Abdullah Usman
Pemda Kabupaten Batanghari sudah siap alat untuk mengantisipasi terjadinya karhutlah 

Masuk Musim Kemarau, Sejumlah Pihak Gelar Rapat Koordinasi Terkait Pencegahan Karhutla

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Memasuki musim kemarau, belum lama ini sejumlah pihak di Kabupaten Batanghari, menggelar rapat koordinasi.

Rapat ini digelar untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mengancam saat kemarau.

Berbagai langkah strategis mulai disusun bersama istitusi terkait, seperti TNI, Polri, Manggala Agni, dan pihak-pihak relawan.

Baca: Jambi Masuki Kemarau Suhu Mencapai 34 Derajat Celcius, BMKG Pantau Titik Panas Muncul di 3 Kabupaten

Baca: 5 Korban Tenggelam di Sungai Batanghari Termasuk Plt Lurah Teratai, BPBD Imbau Hal ini ke Masyarakat

: Ada Potensi Karhutla Besar 2015 Terulang di Tahun Ini, Diskusi Pengelolaan Ekosistem Gambut Bersama

Samral Lurbis, Sekretaris BPBD Kabupaten Batangahari, mengatakan, upaya pencegahan karhutla harus dilakukan sejak dini.

"Upaya pencegahan yang dilakukan yakni sosialiasasi dan imbauan agara masyrakat dan perusahaan tidak membuka lahan dengan cara membakar merupakan salah satu poin penting," katanya, Senin (27/5/2019).

Menurutnya, meski saat ini masih dalam musim penghujan, namun dia mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Baca: VIDEO: Live Streaming Laga Aston Villa vs Derby County Pukul 21.00 Ini, Berebut Tiket Premier League

Baca: Jelang Lebaran, Polres Kerinci Perketat Pengamanan di Titik Rawan dan Keramaian

Baca: 4 Bulan Terakhir, PA Muara Bungo Terima 10 Permohonan Dispensasi Nikah, Ini Penyebabnya

Pasalnya, kebakaran atau pembakaran hutan dan lahan menimbulkan dampak terhadap kerusakan lingkungan. Tidak hanya sekedar musnahnya ekosistem, tapi kabut asap yang ditimbulkannya dapat merusak kehidupan. Pembakaran hutan atau lahan merupakan kejahatan.

"Kami mengimbau agar warga melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Dengan ini diharapkan warga paham tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan bagi kesehatan maupun kelestarian lingkungan," katanya.

Menurutnya pula, salah satu upaya untuk membalas pelaku pembakaran hutan atau lahan adalah dengan mengenakan hukuman pidana penjara dan denda semaksimal mungkin, untuk membuat jera dan menjadi pelajaran bagi yang melakukan perbuatan tersebut.

Seperti diatur dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Pasal 78 ayat (3) menyebut, pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar.

Baca: Datang ke Jambi, Pangdam II Sriwijaya Minta Pasukan Tetap Waspadai Karhutla Jelang Kemarau

Baca: 3 Orang Tewas, Kebakaran di Bahar Utara, Muarojambi, Nyawa Seorang Ibu dan 2 Anaknya tak Tertolong

Baca: Asik Bermain Bocah Asal Sarolangun Nyemplung di Panci Berisi Sayur Gulai Panas, Kondisinya Kini

"Para pelaku diancam dengan pidana belasan tahun dan denda miliaran rupiah. Nah, ranah ini tentunya bukan BPBD, melainkan aparat penegak hukum, TNI dan Polri," jelasnya.

Masuk Musim Kemarau, Sejumlah Pihak Gelar Rapat Koordinasi Terkait Pencegahan Karhutla (Rian Aidilfi/Tribun Jambi)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved