Kasus Asusila

Kasus Asusila Tinggi, Ombudsman Soroti P2TP2A Kabupaten Muarojambi

Kasus Asusila Tinggi, Ombudsman Soroti P2TP2A Kabupaten Muarojambi yang belum masuk kriteria

Kasus Asusila Tinggi, Ombudsman Soroti P2TP2A Kabupaten Muarojambi
Tribunjambi/Samsul Bahri
Anggota Pelaksana Ombudsman, Abdul Rokhim 

Kasus Asusila Tinggi, Ombudsman Soroti P2TP2A Kabupaten Muarojambi 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Ombudsman RI Perwakilan Jambi, menyoroti pelayanan yang diberikan Pusat Pelayanan Terpadu Pemerdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Dinas Sosial Kabupaten Muarojambi.

Anggota Pelaksana Ombudsman, Abdul Rokhim mengatakan, pihaknya sedang melirik P2TP2A Kabupaten Muarojambi, karena di anggap belum memenuhi kriteria sebagai pelayanan publik yang baik bagi masyarakat.

Baca: Sejumlah Elemen Mahasiswa dan Masyarakat Muarojambi, Apresiasi Kinerja TNI Polri

Baca: Ramadhan 1440 H, Polres Muarojambi Lakukan Geruduk Sahur, Upaya Mendekatkan Diri dengan Masyarakat

Baca: Jadwal Final Liga Champions, Tottenham Hotspur vs Liverpool Pada Hari Minggu, 2 Juni 2019 di RCTI

Hal ini diketahui setelah pihaknya mendapat banyak pengaduan terkait tingginya kasus asusila terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Muaro Jambi.

"Setelah kita mendapatkan banyaknya aduan itu, lalu kita bentuk tim, dan mengutus asisten untuk melihat languang kondisi di lapangan di dinas terkait, untuk menindaklanjuti laporan-laporan atau pengaduan yang masuk ke kita," ujarnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa terhadap hasil yang di dapat di lapangan, dapat di simpulkan bahwa P2TP2A Dinas Sosial Kabupaten Muarojambi belum memenuhi kriteria yang baik.

Baca: Pemprov Jambi akan Ajukan Usulan Formasi CPNS dan P3K Ke Menpan, Paling Lambat Diusulkan Juni 2019

Baca: Berubah Status, STIE Muhammadiyah Jambi Akan Menjadi Universitas Muhammadiyah Jambi

Baca: Perbaikan Jalan di Sungai Gelam, Pemkab Muarojambi Anggarkan Rp29 Miliar

Hal ini dinilai terhadap kesiapan petugas dalam memenuhi pelayanan di masyarakat.

"Dari Asisten inilah kita mendapat informasi kalau P2TP2A Dinas Sosial Muarojambi belum memenuhi kriteria. Mulai dari segi personil, pelayanan dan standar pelayanannya. Personilnya saja hanya dua orang," sebut Abdul.

Ia menambahkan, pihaknya sudah menyusun rencana untuk memanggil pihak-pihak yang terkait di dalamnya guna melakukan perbaikan pelayanan ke depan.

Bahkan, karena ini menyangkut pelayanan publik dan dalam lingkup sosial terhadap kekerasan anak dan perempuan, pihaknya juga akan mengundang Bupati Muarojambi, Masnah Busro, untuk membicarakan kebijakan serta alokasi anggaran.

"Tidak cukup hanya instansinya. Karena ini menyangkut kebijakan dan anggaran, Bupati juga akan kita undang. Kita akan panggil dalam waktu dekat ini, nanti akan kita bahas bersama-sama bagaimana kedepannya guna memperbaiki sistem yang ada saat ini," tuturnya.

Abdul menjelaskan bahwa, secara institusi Dinas Sosial Kabupaten Muarojambi memang mendapatkan zona Hijau dalam artian patuh. Namun, zona Hijau ini tidak untuk dalam instansi atau P2TP2A.

Baca: TUJUH Wanita Cantik Ini Ternyata Sudah Nenek-Nenek, No 3 Usianya Nyaris Satu Abad

Baca: KAKEK 72 Tahun Bertarung Hidup Mati dengan Buaya, Sang Kakek Selamat Setelah Menusuk Mata Buaya

Baca: Jambi Masuki Kemarau Suhu Mencapai 34 Derajat Celcius, BMKG Pantau Titik Panas Muncul di 3 Kabupaten

Ombudsman memastikan bahwa pihaknya akan mengawal perbaikan pelayanan P2TP2A yang ada di Kabupaten Muarojambi. Perbaikan ini menurutnya harus segera dilakukan guna meminimalisir peningkatan tindak pidana khususnya tindakan asusila di Kabupaten Muarojambi.

"Perbaikan pelayanan ini yang harus segera kita tingkatkan. Ini perlu kita lakukan bersama supaya tindaka asusila ataupun kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Muarojambi bisa diminimalisir," bebernya.

Kasus Asusila Tinggi, Ombudsman Soroti P2TP2A Kabupaten Muarojambi  (Samsul Bahri/Tribun Jambi)

Penulis: samsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved