Berita Batanghari

5 Korban Tenggelam di Sungai Batanghari Termasuk Plt Lurah Teratai, BPBD Imbau Hal ini ke Masyarakat

Kasus terakhir yakni Plt Lurah Teratai Maheli dan kerabatnya ditemukan meninggal setelah tenggelam di aliran sungai terpanjang ini

5 Korban Tenggelam di Sungai Batanghari Termasuk Plt Lurah Teratai, BPBD Imbau Hal ini ke Masyarakat
tribunnews
ilustrasi tenggelam 

5 Korban Tenggelam di Sungai Batanghari Termasuk Plt Lurah Teratai, BPBD Imbau Hal ini ke Masyarakat

TRIBUNJAMBI.COM  - Peristiwa tenggelam di sungai kerap terjadi di Kabupaten Batanghari hingga memakan korban jiwa.

Kasus terakhir yakni Plt Lurah Teratai Maheli dan kerabatnya ditemukan meninggal setelah tenggelam di aliran sungai terpanjang ini.

Sebelumnya, empat kejadian orang tenggelam terjadi di Kecamatan Muarabulian, Pemayung, Batin XXIV dan Kecamatan Mersam.

Dari lima orang yang menjadi korban, tiga orang diantaranya merupakan wanita dan satu orang diantaranya merupakan anak-anak.

Sekretaris BPBD Batanghari, Samral Lubis, mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati jika melakukan aktivitas di sekitaran Sungai Batanghari.

Baca: Pemilihan BPD di Kabupaten Batanghari Disetop Selama Ramadhan, Pemkab Beberkan Alasannya

Baca: Jambi Masuki Kemarau Suhu Mencapai 34 Derajat Celcius, BMKG Pantau Titik Panas Muncul di 3 Kabupaten

Baca: Kisah Penyamaran Aparat Polres Sarolangun Ungkap Penyelundupan 21 Kg Ganja, Pura-pura Jadi Penumpang

Baca: Hasil Putusan MK Final, Prabowo Bisa Menangkan Pilpres Lewat Adu Dokumen, Ini Kata 3 Pakar Hukum

Baca: 2 Hari Matahari Tepat di Atas Kakbah Pada 10 Hari Akhir Ramadhan, BMKG Sarankan Muslim Lakukan Ini

Menurutnya, jika dilihat dari permukaan, arus sungai tersebut terlihat tenang, namun di kedalamannya arus sungai tersebut cukup deras.

Selain itu, sepanjang aliran sungai tersebut kedalamnya saat ini berbeda-beda.

"Memang aktivitas sebagian masyarakat kita tidak bisa dipisahkan dengan Sungai Batanghari. Namun, kita mengimbau agar lebih waspada dan hati-hati ketika beraktivitas di sungai," katanya.

Menurut Samral, sebaiknya warga melengkapi diri dengan perlengkapan keselamatan saat melakukan aktivitas di sungai. Seperti menyediakan pelampung. Jaket pelampung dan alat keselamatan lainnya dapat membuat pemakainya mengapung di air.

Sehingga alat-alat ini sangat bermanfaat jika berada di dalam atau di sekitar air. Selain itu, ia berharap orangtua memperhatikan anak-anak agar tidak main di sungai.

"Selain menggunakan pelampung, perahu juga harus diperhatikan dan dicek kondisi, layak atau tidak. Kalau tidak layak, jangan digunakan. Muatan perahu jangan melebihi kapasitas," tandasnya. (*)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved