'Sagusabu' Jadi Cara Dongkrak Literasi dari Dusun-dusun di Bungo, Buku Digital Belum Ramai Diminati

'Sagusabu' Jadi Cara Dongkrak Literasi dari Dusun-dusun di Bungo, Buku Digital Belum Ramai Diminati

'Sagusabu' Jadi Cara Dongkrak Literasi dari Dusun-dusun di Bungo, Buku Digital Belum Ramai Diminati
Tribun Jambi/Mareza Sutan AJ
MEMBACA - Beberapa siswa di Kabupaten Bungo tengah membaca melalui buku dan komputer yang disediakan 

"Kita terus tingkatkan dari sekolah-sekolah, baik dari siswa mau pun gurunya," katanya, saat dijumpai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bungo, Jumat (24/5).

Dia mengatakan, ada sejumlah program yang dijalankan oleh Disdikbud Kabupaten Bungo untuk menambah minat terhadap literasi tersebut.

Contohnya saja, kata Masril, program Satu Guru Satu Buku (Sagusabu) yang melibatkan tidak hanya guru yang ada di sekitar Kota Muara Bungo, melainkan juga guru-guru yang tersebar di 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Bungo.

Selain itu, dia juga terus mengajak para guru untuk meningkatkan minat baca siswa-siswa yang ada di sekolah.

Tujuannya, agar dapat menjadi pemantik untuk menyalakan semangat siswa dalam menyelami dunia literasi.

Tiap Dusun Alokasikan Minimal Rp 5 Juta

Pemerintah dusun diminta untuk mengalokasikan minimal Rp 5 juta untuk literasi. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bungo, Taufik Hidayat menyebutkan, hal itu bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan literasi di dusun-dusun di Kabupaten Bungo.

"Untuk tahun ini, tahun 2019 ini, ada itu anggaran yang khusus harus disiapkan pemerintahan di dusun untuk buat taman bacaan, atau beli buku, atau apalah yang tujuannya meningkatkan literasi di dusun. Minimal Rp 5 juta dialokasikan ke sana," katanya, Kamis (23/5).

Di Dinas PMD tersebut, Taufik menyebutkan, untuk bahan bacaan yang akan disediakan di dusun, akan dilihat dari kebutuhan masyarakat di sana. Untuk itu, pihaknya juga meminta pemerintah dusun untuk menyurvei keinginan masyarakat terkait bahan bacaan yang akan diadakan nantinya.

"Misalkan buku-buku terkait dengan pertanian, perkebunan. Atau bisa juga, buku-buku anak-anak," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Mareza
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved