Pedagang Pasar Sengeti Jambi Ngeluh Sepi Pembeli Meski Harga Stabil, Ekonomi Warga Jadi Pemicu

Ekonomi masyarakat Kabupaten Muarojambi yang melemah membuat aktivitas jual-beli di Pasar Sengeti, Kabupaten Muarojambi lesu.

Pedagang Pasar Sengeti Jambi Ngeluh Sepi Pembeli Meski Harga Stabil, Ekonomi Warga Jadi Pemicu
Tribunjambi/Samsul Bahri
Jelang lebaran Pasar Sengeti, Muarojambi, Jambi sepi pembeli. 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Ekonomi masyarakat Kabupaten Muarojambi yang melemah membuat aktivitas jual-beli di Pasar Sengeti, Kabupaten Muarojambi lesu.

Agus pedagang Sembako di Pasar Sengeti mengaku sampai dengan dua pekan jelang Idul Fitri, pembeli yang datang ke tempatnya turun drastis dibanding tahun lalu. Menurutnya penurunan pembeli sekitar 40 persen.

"Jauh merosotnya, dari awal Ramadan sampai sekarang agak susah jualan. Sekitar 40 persen lah turun daya orang nak belanja. Dulu dari Ramadan bisa sampai 100 piring telor tejual, sekarang lah nak dua minggu lagi lebaran separoh dari itu belum nyampe," terang Agus, Jumat (24/5).

Menurutnya, hal ini bukan pengaruh dari harga sembako, namun faktor keadaan ekonomi masyarakat yang membuat daya beli masyarakat turun.

Kata Agus, tahun lalu sejumlah harga sembako naik drastis dibanding harga sekarang yang terbilang stabil.

"Tahun dulu barang-barang agak mahal dibanding tahun sekarang. tapi agak murah barang ni pembelinya juga bekurang, karena ekonomi masyarakat lah sekarang ni. Orang beli dikit-dikit," jelasnya.

Baca: Ini Besaran Zakat Fitrah Sesuai Ajaran Imam Hambali dan Syafii yang Diputuskan Kemenag Kuala Tungkal

Baca: Persekongkolan Kasus Dugaan Korupsi Bencal, Kajari Sungai Penuh Sebut Kemungkinan Ada Tersangka Baru

Baca: Istri Sandro Jatuh Pingsan di Samping Keranda, Korban Tertembak Saat Kerusuhan 22 Mei Tiba di Jambi

Baca: Jenazah Sandro Korban Peluru Nyasar Saat Kerusuhan di Bawaslu Jakarta Tiba di Pamenang, Jambi

Saat ini secara keseluruhan harga sembako di Pasar Sengeti terbilang stabil. Misalnya harga tepung Rp 8.000 perkilo gram, harga telur sepiring Rp 42 ribu. Sementara untuk gula pasir dijual dengan harga Rp 13 ribu per kilo gram.

"Mentok-mentok sampai lebaran segitulah harganya," kata Agus.

Harga stabil juga diikuti dengan harga kebutuhan pokok lainnya seperti bawang putih. Sebelumnya harga bawang putih mencapai Rp 100 ribu perkilo gram, saat ini kembali normal di harga Rp 28-30 ribu per kilo gramnya.

Sementara cabai merah yang sempat dijual dengan harga Rp 36 ribu, saat ini hanya di jual dengan harga Rp 28 ribu per kilo gram.

"Cabai rawit sekarang Rp 28 ribu sekilo, kalo rawit kampung Rp 40 ribu sekilonya. Bawang merah kemarin dijual Rp 32 ribu, sekarang sekilonya Rp 28 ribu. Stabil lah hargo sekarang, cuma sepi orang beli sekarang," terang Siah, Pedagang Sengeti.

Nur, saat ditemui Tribunjambi.com saat belanja di Pasar Sengeti mengaku pembeli kebanyakan membeli sembako langsung ke Kota Jambi. Karena harganya agak sedikit murah dibanding Pasar Sengeti.

"Sekarang kan nak dekat lebaran. Orang lebih milih ke Kota, belanjo baju sekalian beli bawang, cabe, samo bahan untuk buat kue. Hargo jugo agak miring, apolagi di supermarket kan. Mungkin itu lah pembeli sepi," kata Nur.

"Kalo untuk faktor ekonomi biso jadi, biak pun barang murah kalo pendapatan kecil samo dengan idak. Kek sawit lah mulai turun, karet apo lagi. Masih lah segitu hargonyo. Yang punyo anak sekolah makin susah, habis lebaran beli kebutuhan sekolah," pungkasnya.

Baca: Banyak yang Tak Ikut Safari Ramadan, Bupati Merangin Tegur Kepala OPD

Baca: PPK dan Dua Orang Pekerja Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Jalan Pungut Mudik, Kerinci

Baca: Fatimah Kebanjiran Pesanan Jelang Lebaran, Kue Tradisional Sarolangun Sampai Dikirim ke Malaysia

Baca: Berapa Peluang Prabowo Menang Gugatan Pilpres di MK? Mantan Ketua MK, Hamdan Zoelva Ungkap Sulit

Baca: Deretan Hape Baru Rp 1 Jutaan Untuk Lebaran, Spesifikasi Tinggi RAM 4 GB, Memori 64GB, Kamera 13 MP

Penulis: syamsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved