Zakat Fitrah di Muarojambi Naik 40 Persen, Ini Besaran Zakat di Kabupaten Muarojambi

Baznas Kabupaten Muarojambi sudah menetapkan besaran zakat fitrah untuk tahun 2019 naik 40 persen.

Zakat Fitrah di Muarojambi Naik 40 Persen, Ini Besaran Zakat di Kabupaten Muarojambi
Zakat Fitrah 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Muarojambi telah menetapkan  besaran zakat fitrah untuk tahun 2019. Tahun ini, Zakat fitrah di Kabupaten Muarojambi mengalami kenaikan mencapai 40 persen.

Hal ini disampaikan oleh Kasmadi, selaku Ketua Baznas Kabupaten Muarojambi. Menurutnya, keputusan kenaikan zakat ini sudah sesuai dengan hasil konsultasi antara Kemenag Muarojambi, MUI Muarojambi, Baznas Muarojambi serta Dinas Koperindag Muarojambi.

"Untuk zakat fitrah sudah kami survei mengenai bahan pokok yang diantaranya beras bersama dengan Diskoperindak dan juga konsultasi dengan pihak pemerintahan disepakati bahwa yang tertinggi untuk pembayaran uang adalah Rp 52 ribu," jelasnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa pembayaran zakat dapat dibayar dengan beras ataupun sejumlah uang. Pelaksanaan dengan beras dibayar sebanyak 2,5 kg hal ini sesuai dengan mazhab Imam Syafii.

Baca: Baznas Kota Jambi Serahkan Rp 1,5 Miliar Dana Zakat pada Empat Golongan Mustahik

Baca: Kelabuhi Petugas, Begal Sarolangun dan Rupit Cat Truk Hasil Begal, Kini Jadi Buron

Baca: VIDEO: Ini Lubang Makam Ustaz Arifin Ilham yang Disiapkan di Pesantren Az Zikra Gunung Sindur

Baca: Benarkah Kasus di Nipah Panjang Terkait Virus Cacar Monyet? Dinas Kesehatan Akan Lakukan Pemeriksaan

Baca: Cegah Aksi Kriminal, Puluhan Bus di Merangin Dihentikan Paksa, Polisi Geledah Semua Barang Penumpang

"Dengan beras itu dibayar sebanyak 2.5 kg untuk satu orang wajib zakat. Ketentuan berasnya yaitu menurut jenis beras yang biasa dikonsumsi sehari-hari, itu sesuai mazhab Syafii," jelasnya.

Lebih lanjut untuk kelas kedua pembayaran zakat dengan uang sebesar Rp 45 ribu, sedangkan untuk terakhir sebesar Rp 37 ribu. Dikatakan oleh Kasmadi bahwa ketentuan di tahun 2019 ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya.

Hal ini dikarenakan karena harga sembako dan kebutuhan lainnya yang dilaporkan oleh dinas Diskoperindag mengalami peningkatan sehingga zakat fitrah naik. Sementara itu, hal ini juga melihat dengan aturan dalam mazhab Syafii yang tidak boleh menggunakan uang langsung.

"Kalo pakek beras itu menganut Imam Syafii, tapi itu tidak boleh uang langsung. Kebiasaan sekarang orang pakai uang, dan itu pakai mazhab Hanafi. Mazhab Hanafi itu berasnya 3,8 kilo gram. Jadi dikonvensi dengan uang sebesar Rp 52 ribu yang paling tinggi," pungkasnya.

Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved