Pasar Beduk di Batanghari Sumbang Sampah 2 Ton Setiap Hari, Mulai Sampah Plastik hingga Kelapa Muda

Selama Ramadan produksi sampah di Kabupaten Batanghari meningkat. Kondisi ini juga diperparah dengan laju pertumbuhan penduduk yang semakin padat.

Pasar Beduk di Batanghari Sumbang Sampah 2 Ton Setiap Hari, Mulai Sampah Plastik hingga Kelapa Muda
Tribunjambi/Rohmayana
Baru 11 Persen Sampah di Kota Jambi Dikelola Dengan Baik. 

Pasar Bedug di Batanghari Sumbang Sampah 2 Ton Setiap Hari, dari Sampah Plastik hingga Kelapa Muda

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Selama Ramadan produksi sampah di Kabupaten Batanghari meningkat. Kondisi ini juga diperparah dengan laju pertumbuhan penduduk yang semakin padat.

Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Batanghari, Zamhuri mengatakan, tonase sampah yang masuk ke TPA Muara Bulian setiap harinya mencapai 20-25 ton.

"Sebelum bulan puasa sampah yang masuk mencapai puluhan ton. Yakni 20-25 ton seharinya. Sementara selama bulan puasa produksi sampah meningkat 2 ton per hari," katanya pada Tribunjambi.com, Kamis (23/5).

Ia menyebutkan, produksi sampah tersebut berasal dari rumah tangga dan beberapa pasar setempat.

"Sampah rumah tangga berasal dari seputar Kecamatan Muara Bulian, dan pasar yang ada seperti pasar Keramat Tinggi dan pasar Paal V Muara Tembesi," sebutnya.

Baca: Puluhan Warga Tanjab Timur Terserang Gatal, Diduga Akibat Air Sungai Tercemar

Baca: Ini Besaran Zakat Fitrah yang Ditetapkan Kemenag, MUI dan Pemkab Batanghari

Baca: VIDEO: Ustaz Arifin Ilham Meninggal di Malaysia, Ucapan Bela Sungkawa Banjir di Media Sosial

Baca: Satgas Pangan Tanjab Timur Temukan Susu Kedaluarsa di Pasar, BPOM Uji Bahan Jajanan Takjil

Baca: Gulai Belut Khas Rantau Panjang yang Favorit saat Ramadan, Istri Gubernur Jambi Sampai Belajar Masak

Baca: Puluhan Kendaraan dari Riau Menuju Kota Jambi Digeledah, Polres Muarojambi Lakukan KKYD

Sementara 2 ton sampah lainnya berasal dari pasar bedug yang berada di Pasar Keramat Tinggi dan Muara Tembesi.

"Ada juga pasar bedug dadakan. Kan sepanjang jalan ada saja yang membuka lapak, itu yang menjadi penyebab sampah bertambah," jelasnya.

Jenis sampah pun beragam, terdiri dari sampah organik dan anorganik.

"Sampah plastik, sampah sayur dari pasar juga ada. Yang banyak sampah kelapa muda itu," katanya.

Dijelaskan Zamhuri untuk sistem pengolahan sampah di TPA AMD Muara Bulian menggunakan sistem Sanitary Landfill yakni sistem pengelolaan sampah dengan cara membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung.

"Kemudian dipadatkan dan ditimbun dengan tanah," pungkasnya.

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved