Harga TBS

Harga TBS Kelapa Sawit Naik Jelang Hari Raya Idul Fitri, Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Harga TBS Kelapa Sawit Naik Jelang Hari Raya Idul Fitri, Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Harga TBS Kelapa Sawit Naik Jelang Hari Raya Idul Fitri, Dorong Pertumbuhan Ekonomi
kompas.com
Harga TBS Kelapa Sawit Naik Jelang Hari Raya Idul Fitri, Dorong Pertumbuhan Ekonomi 

Harga TBS Kelapa Sawit Naik Jelang Hari Raya Idul Fitri, Dorong Pertumbuhan Ekonomi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pekan ini harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mengalami kenaikan Rp 6,18. Hal ini tentunya membuat petani sedikit terhibur, terutama saat mendekati hari raya Idul Fitri.

Lain cerita jika harga CPO turun. Harga CPO dunia otomatis mempengaruhi harga TBS petani, termasuk di Jambi.

Dikatakan Dr. Pantun Bukit, S.E.,M.Si, Ketua Pusat Kajian Ekonomi dan Bisnis Fakultas Ekonomi Universitas Batanghari Jambi, harga TBS juga berdampak besar sekali terhadap perekonomian Jambi.

Baca: Cek di Sini, Pemerintah Telah Tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Lebaran 2019, Mau Kemana?

Baca: Harga TBS di Provinsi Jambi, Minggu ini Naik Rp 6,18/Kg

Baca: Jangan Lupa Cek Rekening Bagi Kamu Para PNS, Jumat, 24 Mei 2019 akan Cair Rp 10 Triliun THR ASN

"Jambi ini kan 60 persen bergerak di sektor perkebunan, mayoritas seperti karet, kelapa sawit maupun kopra, jika harga menurun saya khawatir ini akan berdampak pada daya beli masyarakat karena sebagian besar masyarakat bergerak di sektor perkebunan," ujarnya.

"Jadi, hasil kebun yang menopang pendapatan mereka, jika pendapatan turun drastis akan berdampak pada tingkat kesejahteraan mereka, apa lagi ini dalam suasana menyambut lebaran," jelasnya.

Konflik perdagangan antara Amerika dan China turut mempengaruhi harga CPO, karena ekspor CPO Indonesia sebagian besar ke China.

Baca: Ini Bahayanya Gunakan VPN di Android Milikmu saat WhatsApp, Instagram dan Facebook Susah Diakses

Baca: Ngabuburit Makin Asik, Kenapa Nggak? Unlimited Gaming Dengan AXIS OWSEM

Baca: Rusuh di Jakarta, Warga Merangin Jadi Korban, Tewas Tertembak Peluru Tajam

Sementara Amerika dan China masih konflik tentang tarif ekspor yang berdampak kepada daya beli CPO Indonesia oleh China.

"Jika kita lihat di awal Ramadhan, aktivitas ekonomi tidak begitu menggeliat karena daya beli petani menurun. Kenapa menurun, karena pendapatan dari sektor perkebunan menurun, daya beli mulai membaik saat pemerintah mulai mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR)," katanya.

Dijelaskan Pantun, dengan adanya THR kemungkinan bisa menaikkan konsumsi masyarakat. Walaupun sifatnya sementara, hal itu bisa mendorong permintaan, pertumbuhan ekonomi juga didorong oleh konsumsi masyarakat, itu pula yang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Jambi pada saat ini.

Perkebunan kelapa sawit di Muarojambi
Perkebunan kelapa sawit di Muarojambi (Tribunjambi/Samsul Bahri)
Halaman
12
Penulis: fitri
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved