Diundang Mata Najwa, Andre Rosiade Teriak-teriak Bicara Korban Aksi 22 Mei, Ditegur Sikapnya Begini

Jubir BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade ditegur karena berteriak-teriak soal korban aksi 22 Mei.

Diundang Mata Najwa, Andre Rosiade Teriak-teriak Bicara Korban Aksi 22 Mei, Ditegur Sikapnya Begini
KOMPAS.com/Devina Halim
Andre Rosiade 

Hal tersebut terjadi ketika Andre Rosiade menjadi narasumber di program acara Mata Najwa yang tayang pada Rabu malam (22/5).

Di acara tersebut membahas mengenai tema 'setelah 22 Mei'.

Baca: Sikapi Situasi di Jakarta, Kapolres Muarojambi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan

Baca: Ini Besaran Zakat Fitrah yang Ditetapkan Kemenag, MUI dan Pemkab Batanghari

Baca: PNS Cuti & Libur Lebaran 11 Hari, Masuk Kerja 10 Juni!

Andre Rosiade sebagai perwakilan dari pihak Prabowo-Sandi tampak menjawab sejumlah anggapan miring terkait pihaknya di pilpres 2019.

Awalnya Ia meminta pihak TKN Jokowi-Maruf Amin dan Yunarto Wijaya untuk tidak mengkritisi Prabowo Subianto terus menerus.

"Bang Kardin, Mba Meutya Hafid, Bang Ferry dan Bang Toto saya ingin menjawab pernyataan mereka sekaligus. Pertama, Bang Ferry jangan hanya mengkritisi Pak Prabowo saja.

Coba dikritisi Pak Jokowi yang narasinya mengajak perang dalam pidato tadi sore," ucap Andre Rosiade.

Andre Rosiade juga membantah jika pihaknya dianggap melakukan delegitimasi KPU dan Bawaslu.

"Memang kami kritis ke KPU dan Bawaslu, kami mengikuti mekanisme yang ada dan melaporkannya.

Baca: Harga Emas Hari Ini Dibuka dengan Harga Rp 662.000 per Gram

Baca: Cindy Permadi Reporter Kompas TV yang Siaran Langsung Aksi 22 Mei Jadi Viral, Ini Sosoknya

Bahkan, kami sedang merajut laporan baru yang sesuai formulasi yang diingikan Bawaslu sehingga dugaan TSM ini bisa bersidang," papar Andre Rosiade.

Tak hanya itu, Andre Rosiade mengungkapkan pihaknya memang menolak rekapitulasi nasional namun dengan menggunakan cara-cara konstitusional.

"Saksi kami hadir dan menyampaikan keberatan di rapat pleno terbuka, kami juga mengisi form keberatan dan tanda tangan. Itu juga konstitusional. Maka jangan menganggap kami mendelegitimasi KPU dan Bawaslu," imbuh Andre Rosiade.

Halaman
1234
Editor: suci
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved