Kisah Militer

Pernah Dibuat Malu Kopassus, Sepak Terjang Gurkha Pasukan Paling Ditakuti Dunia, Senjata Haus Darah

Meski berasal dari dunia ketiga, nyatanya Kopassus mampu bertempur bahkan mempermalukan pasukan elite dunia.

Pernah Dibuat Malu Kopassus, Sepak Terjang Gurkha Pasukan Paling Ditakuti Dunia, Senjata Haus Darah
Pasukan Gurkha bertempur pakai pisau Kukri 

Ada sebuah cerita, seorang serdadu Gurkha kehabisan amunisi saat membela Inggris di Perang Dunia II.

Baca: LIVE STREAMING PIALA SUDIRMAN, Indonesia Vs Denmark, Wasapaii Ganda Putra Denmark Demi Juara Grup

Baca: Ramalan Zodiak Rabu 22 Mei 2019, Cancer Sedang Sensitif, Leo Ingin Berlibur, Simak Zodiak Lainnya

Baca: Cinta Buta Dunia Nyata, Demi Pacar Wanita Ini Rela Bantu Curi Sepeda Motor, Nasibnya Pun Tragis

Bukannya bersembunyi, dia justru menghunus kukri yang terselip dipinggang untuk kemudian berlari dan melompat ke tank Jerman yang melintas. Leher serdadu Jerman di atas tank digoroknya hingga tewas.

MUSUH LARI TERBIRIT-BIRIT

Sepanjang dua abad, sudah tak terhitung pertempuran yang dialami Resimen Gurkha dalam melayani Inggris.

Dalam Perang Dunia I, pasukan ini juga ikut bertempur di medan perang Perancis, Mesopotamia, Persia, Mesir, Gallipoli, Palestina dan Salonika. Atas kerja keras dan prestasi mereka dalam peperangan tersebut, Gurkha berhasil mendapatkan 2 penghargaan bergengsi Victoria Crosses.

Pada Perang Dunia II, sebanyak 112.000 tentara Gurkha bersama Pasukan aliansi Commonwealth saling bahu membahu dalam perang di Suriah, Afrika Utara, Italia, Yunani bahkan sampai Malaysia dan Singapura. Untuk hal tersebut, mereka mendapat 10 penghargaan Victoria Crosses.

Pada masa perang Malvinas, dalam suatu front pertempuran, Inggris mempropagandakan kepada pihak militer Argentina akan menyertakan 1 batalyon pasukan Gurkha-nya. Mendengar hal itu tentara Argentina langsung lari terbirit-birit meninggalkan pos-pos mereka.

 

Meski dianggap sebagai tentara tangguh dan pemberani, dalam situasi damai, orang-orang gunung ini adalah orang yang ramah.

“Gurkha memperoleh pujian tinggi karena ketenangan, efisien dan pembawaan bersahabat bagi kedua belah dua pihak. Kehadiran mereka di Syprus, membantu menenangkan situasi yang sangat berbahaya,” tulis E.D Smith dalam Britain's Brigade of Gurkhas (1985).

TIDAK HANYA LAYANI INGGRIS

Halaman
1234
Editor: bandot
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved