Penipuan

Jual Rumah Fiktif Seharga Rp160 juta, Terdakwa Yakinkan Korban dengan Kwitansi dan Slip Bank

Jual Rumah Fiktif Seharga Rp160 juta, Terdakwa Yakinkan Korban dengan Kwitansi dan Slip Bank

Jual Rumah Fiktif Seharga Rp160 juta, Terdakwa Yakinkan Korban dengan Kwitansi dan Slip Bank
Tribunjambi/Jaka HB
Ilustrasi. Sidang kasus penipuan dengan menyewa istri palsu. 

Jual Rumah Fiktif Seharga Rp160 juta, Terdakwa Yakinkan Korban dengan Kwitansi dan Slip Bank

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Hari Handika Putra, terdakwa kasus penipuan, tampak menunduk di bagian sebelah kanan ruang sidang Pengadilan Negeri Jambi. Dia mendengarkan keterangan saksi korban Ridwan yang telah ditipunya, Selasa (21/5/2019).

Kasus tersebut berawal Februari 2016 lalu, setelah pertemuan pertama terdakwa Hari dan korbannya Ridwan. Hari memberi tahu bahwa ada rumah lelangan dan ditawarkan dengan harga Rp160 juta.

Baca: Heboh Penipuan Arisan Online di Palembang, Bandar Bawa Lari Rp 1 Miliar, Inilah Kondisi Rumahnya

Baca: Cooking Class Tribun Jambi Bersama Chef Abil

Baca: Fatuhrahman & Zikri Ardani, Dai Cilik di Kemilau Ramadhan Tribun Jambi, Belajar Lewat Buku dan Video

Pada 14 Februari 2016, Hari kembali menghubungi Ridwan dan akhirnya bertemu di dekat rumah sakit Arafah Kebun Jeruk.

Terdakwa Hari lalu menunjukkan fotokopi sertifikat hak milik rumah yang disebutkannya dan menyerahkanya pada Ridwan, yang juga disaksikan Eriansyah.

Selanjutya terdakwa Hari meminta Ridwan agar membayar kepadanya sesuai aturan lelang dan bertahap. Ridwan percaya saja. Pada 18 Februari Riduan kembali ditelpon Hari dan mengajak bertemu di dekat Bank Mandiri di bilangan Pasar Jambi bersama rekannya. Ridwan kemudian memberikan uang Rp60 juta rupiah.

Baca: Salwa Nada, Anak Muda yang tak Ingin Fokus di Gedget, Wariskan Kompangan Dari Generasi ke Generasi

Baca: Massa Pendemo GNKR Terlibat Kericuhan Dengan Polisi di Depan Kantor Bawaslu, Ada Aksi Provokasi

Baca: Tim Kopassus Pemburu Jejak Anak Miliarder AS Ungkap Misteri Suku Kanibal di Lembah X Hutan Papua

Agar meyakinkan, terdakwa Hari memberikan kwitansi dan slip Bank Mega Syariah yang sudah dibuat terdakwa Hari. Selanjutnya transaksi dilakukan 1 Maret dengan angsuran setoran Rp10 juta rupiah.

Kali ini ditransfer ke Bank BNI atas nama Hari.

Ridwan kemudian bertanya pada Hari kapan rumah tersebut dilelang dan terdakwa Hari menjawab agar sabar menunggu antrean lelang dari BNI.

Selajutnya pada 4 April Riduan kembali dihubungi dan emberikan uang pada Hari 10 juta rupiah. Pembayaran terakhir ada pada tanggal 18 April 2016 sebanyak 10 juta rupiah.

Riduan mengatakan total pembayaran yang dilakukannya ada 160 juta rupiah.

Namun pada suatu ketika saksi korban Riduan memeriksa rumah yang dibayarnya. Dia memeriksa ke KPKNL dan ternyata rumah tersebut tidak ada. Lantas korban Ridwan melaporkan terdakwa Hari ke polisi.

Baca: Tren Positif, Nilai Invesatsi Provinsi Jambi Triwulan I Tahun 2019 Capai Rp 1,1 Triliun Lebih

Baca: Gagalkan Penyelundupan Narkotika Jaringan Internasional, Begini Kronologis Terungkapnya Sabu 1,2 Kg

Baca: Komisaris Freeport Hinsa Siburian Jadi Kepala BSSN, Rekam Jejaknya Pernah di Kopassus

Hari Handika Putra kemudian dijerat pasal 378 KUHP dan menyebabkan Riduan mengalami kerugian sebesar 130 juta rupiah.

Arfan Yani selaku ketua majelis hakim menunda persidangan Selasa depan.

Jual Rumah Fiktif Seharga Rp160 juta, Terdakwa Yakinkan Korban dengan Kwitansi dan Slip Bank (Jaka HB/Tribun Jambi)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved